Metro Jabar Trans (MJT) mencatat lonjakan penggunaan sepanjang semester I-2026. Moda transportasi massal di Bandung Raya itu telah mengangkut 3.033.743 penumpang hanya dalam enam bulan pertama tahun ini, atau 119,59 persen dari target semester yang ditetapkan.
Capaian tersebut menjadi sinyal semakin tingginya minat masyarakat beralih ke transportasi publik. Jika tren ini berlanjut, jumlah pengguna Metro Jabar Trans pada 2026 berpotensi melampaui pencapaian tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt Direktur PT Jasa Sarana, Uus Sundawan, mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil transformasi layanan sejak perusahaan mengambil alih pengelolaan Bus Rapid Transit (BRT) Metro Jabar Trans melalui skema Buy the Service (BTS) pada 1 Januari 2025.
"Metro Jabar Trans terus kami kembangkan menjadi transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi. Tujuan akhirnya adalah menjadikan angkutan umum sebagai pilihan utama masyarakat Bandung Raya," kata Uus, Jumat (31/7/2026).
Saat ini Metro Jabar Trans melayani enam koridor utama yang menghubungkan kawasan Bandung Raya, yakni Leuwipanjang-Soreang, Kota Baru Parahyangan-Alun-Alun Bandung, Baleendah-Bandung Electronic Center (BEC), Leuwipanjang-Dago, Dipatiukur-Jatinangor melalui tol, serta Leuwipanjang-Majalaya.
"Seluruh layanan kini telah didukung sistem pembayaran nontunai, termasuk QRIS TAP, sehingga mempermudah masyarakat mengakses transportasi publik," ujarnya.
Dari enam koridor tersebut, rute Leuwipanjang-Dago menjadi penyumbang pertumbuhan penumpang tertinggi. Peningkatan pengguna juga terjadi di koridor Leuwipanjang-Soreang dan Kota Baru Parahyangan-Alun-Alun Bandung, menunjukkan mobilitas warga Bandung Raya terus meningkat.
"Kondisi ini menunjukkan mobilitas masyarakat di kawasan Bandung Raya terus meningkat seiring membaiknya kualitas layanan Metro Jabar Trans," terangnya.
Tren positif itu melanjutkan performa Metro Jabar Trans sepanjang 2025. Tahun lalu, layanan ini mengangkut 5.005.894 penumpang BRT dan 45.720 penumpang feeder, atau meningkat sekitar 127,5 persen dibanding tahun sebelumnya sekaligus melampaui target operasional.
Tak hanya koridor utama, layanan feeder* yang mulai beroperasi sejak Oktober 2025 juga terus bertumbuh. Hingga semester I-2026, *feeder telah melayani 242.371 penumpang, memperkuat konektivitas masyarakat dari kawasan permukiman menuju koridor utama Metro Jabar Trans.
Saat ini Metro Jabar Trans memiliki 144 unit bus dan feeder* dengan jam operasional hingga pukul 22.00 WIB. Pengguna juga dapat memantau posisi bus secara *real-time melalui aplikasi Metro Jabar Trans.
Ke depan, Metro Jabar Trans disiapkan menjadi tulang punggung transportasi publik Bandung Raya. Bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT Jasa Sarana tengah menyiapkan ekspansi jaringan menjadi 18 koridor pada 2027.
"Pengembangan tersebut akan didukung pembangunan halte modern, jalur khusus BRT (dedicated lane), depo baru, hingga pengadaan armada ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission 2060," ujar Uus.
"Semakin banyak warga yang menggunakan angkutan massal, semakin besar pula kontribusi terhadap pengurangan kemacetan, efisiensi mobilitas, serta peningkatan kualitas lingkungan di Bandung Raya," pungkasnya.
Simak Video "Video: Daftar Pemenang Apresiasi Konektivitas Digital Kategori Terhadap Individu/Komunitas"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
