Jabar Hari Ini: Keributan di KM Cahaya Mutiara Tewaskan 2 ABK

Jabar Hari Ini: Keributan di KM Cahaya Mutiara Tewaskan 2 ABK

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 15 Okt 2026 22:04 WIB
Garis polisi pascakeributan di KM Mutiara
Garis polisi pascakeributan di KM Mutiara (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Bandung -

Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Kamis (15/10/2026). Mulai dari desakan Bobotoh soal fasilitas penunjang pemain Persib hingga ASN Pemkot Bandung dipecat gegara kasus asusila. Berikut rangkuman Jabar hari ini.

1. Keributan di KM Cahaya Mutiara, 2 Orang Tewas

Keributan berdarah pecah di atas kapal nelayan penangkap cakalang jenis purse seine, KM Cahaya Mutiara. Insiden perkelahian di laut tersebut mengakibatkan dua orang dilaporkan tewas.

Informasi yang diperoleh detikJabar, keributan terjadi pada 30 September 2026, saat KM Cahaya Mutiara tengah mencari ikan. Pengurus paguyuban kapal nelayan, Ujang Suparman, mengungkapkan keributan melibatkan sesama anak buah kapal (ABK), yakni antara ABK dengan Kepala Kamar Mesin (KKM) beserta wakilnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasi awal yang diperoleh perkelahian sesama ABK, antara ABK dengan KKM dan wakilnya," kata Ujang saat ditemui di atas perahu di perairan Palabuhanratu, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan laporan awal yang diterima dari nakhoda kapal, pertikaian tersebut diduga dipicu oleh ketersinggungan akibat arogansi salah satu pihak. Kendati demikian, polisi masih mendalami kepastian pemicu bentrok maut itu.

ADVERTISEMENT

"Info sementara sih mungkin arogansi dari si korban salah satunya. Tapi baru sebatas info dari nakhoda ya, belum A1 gitu," jelasnya.

Ujang mengonfirmasi korban tewas akibat insiden itu berjumlah dua orang. "Sementara itu dua orang (meninggal dunia)," tuturnya.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan Polres Sukabumi langsung bergerak melakukan penanganan menuju lokasi kapal. Perjalanan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Dudi Suharyana bersama Kasat Polair AKP Dadi dan personel, bertolak dari Dermaga 2 PPNP Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Tim Dokpol serta Inafis Polres Sukabumi turut diterjunkan ke lokasi.

"Kita mendapat laporan tersebut pagi tadi, saat ini kita menuju lokasi KM Cahaya Mutiara, info sementara dua orang meninggal dunia," singkat Dudi.

2. Bobotoh Desak Manajemen Benahi Fasilitas

Keluhan pemain Persib Bandung, Marc Klok dan Thom Haye, mengenai keterbatasan fasilitas pendukung pemulihan fisik mendapat perhatian Bobotoh. Mereka mendesak manajemen segera membenahi fasilitas recovery agar kebugaran pemain tetap terjaga di tengah padatnya jadwal kompetisi musim 2026/2027.

Persib musim ini harus membagi fokus ke sejumlah kompetisi, mulai dari Super League, AFC Champions League Two (ACL 2), hingga ASEAN Club Championship (Shopee Cup). Rangkaian pertandingan yang rapat, ditambah perjalanan antarkota dan negara, membuat waktu pemulihan pemain menjadi semakin terbatas.

Bobotoh asal Kuningan, Agung Armanda, menilai Persib sudah semestinya memiliki fasilitas pemulihan yang memadai untuk menunjang kebutuhan tim. Menurutnya, fasilitas kesehatan dan pusat kebugaran menjadi kebutuhan penting bagi klub yang harus bersaing di berbagai kompetisi.

"Ya kalau fasilitas memang seharusnya secepatnya Persib harus punya ya. Karena memang tim-tim di Asia juga seperti itu, JDT dan lain-lain fasilitasnya kan sudah mumpuni ya, apalagi ini Persib main di empat kompetisi. Jadi memang fasilitas kesehatan atau fasilitas gym dan lain-lain itu harus punya," kata Agung.

Ia menilai, fasilitas yang memadai dapat membantu pemain menjalani proses pemulihan dengan lebih optimal. Hal itu dinilai penting karena jarak antarpertandingan yang berdekatan membuat pemain membutuhkan dukungan ekstra untuk menjaga kondisi fisik.

"Karena itu kan merupakan salah satu media recovery yang cukup cepat ya untuk para pemain Persib sendiri, apalagi jarak pertandingan yang cukup dekat ya memang harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai," ujarnya.

Agung juga menyoroti perjuangan Persib pada musim ini. Menurutnya, banyaknya kompetisi yang diikuti belum sepenuhnya diimbangi dengan kedalaman skuad yang cukup untuk menghadapi tuntutan pertandingan.

"Wah musim ini cukup berat ya, memang cuma kurang pemain aja lah. Terlalu banyak kompetisi saya rasa kurang ya, tim lain juga memang main di banyak kompetisi, skuad pemainnya cukup banyak," tutur Agung.

Sementara itu, Bobotoh lainnya, Kiki Ratama, berpandangan manajemen Persib perlu lebih memperhatikan kebutuhan pemulihan pemain. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga bagaimana klub memastikan pemain mendapatkan dukungan yang dibutuhkan di tengah jadwal padat.

"Kalau menurut pandangan saya secara pribadi ya, memang di tengah jadwalnya padat Persib ini, mungkin spesifikasinya bukan ke fasilitas ya, mungkin ya memang PT PBB harus memperhatikan pemain dalam, dalam sisi buat recovery-nya," kata Kiki.

Ia menilai, beratnya beban pertandingan berpotensi memengaruhi penampilan pemain di lapangan. Kiki menyinggung hasil imbang yang diraih Persib dalam salah satu pertandingan, seraya menilai kondisi fisik pemain perlu menjadi perhatian manajemen.

"Karena kan kemarin-kemarin aja ditahan imbang dua sama itu wah udah syukur alhamdulillah karena melihat mainnya kan gila-gilaan, capek mungkin," ujarnya.

Kiki juga menduga keluhan yang disampaikan Thom Haye tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua pemain. Menurutnya, Haye mungkin menjadi pemain yang berani menyampaikan persoalan tersebut secara terbuka.

"Mungkin Haye ini hanya yang berani speak up-nya, yang berani ngomong. Mungkin pemain yang lain juga sama, merasakan hal yang sama mungkin," kata Kiki.

Karena itu, ia berharap masukan dari para pemain dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen Persib. Dukungan terhadap kebutuhan pemulihan dinilai penting agar pemain bisa menghadapi jadwal pertandingan dengan kondisi yang lebih baik.

"Ya ini masukan buat PT PBB mungkin untuk bisa apa ya, memberikan fasilitas buat recovery pemain. Biar pemain ya kalau yang namanya pemain mah kan kalau hatinya senang insyaallah mainnya pasti bagus. Itu aja sih mungkin dari saya," tuturnya.

3. Modus Hilangnya Remaja Tasik hingga Ketemu di PIK

Polres Tasikmalaya mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus hilangnya seorang anak perempuan asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Korban yang masih di bawah umur tersebut diduga menjadi sasaran modus "pengantin pesanan" (mail-order bride) oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Republik Rakyat China (RRC).

Korban berhasil ditemukan aparat kepolisian pada Minggu (11/10/2026) di Apartemen Tokyo Tower JF 33-39, kawasan PIK 2, Tangerang, Banten. Tempat tersebut diduga disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara sebelum korban dipersunting atau dibawa menuju China oleh pelaku.

"Jadi modusnya itu semacam pengantin pesanan oleh warga negara asing. Kami terus dalami kasusnya," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi kepada detikJabar saat rilis di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (15/10).

Ade menyebut keberadaan korban di apartemen tersebut berdasarkan arahan dan kontrol seorang pria WNA asal Guangxi, RRT, berinisial XM alias MJ (35). Pria ini sempat mengirimkan uang kepada korban beberapa kali, namun jumlah pastinya masih dalam tahap konfirmasi pihak perbankan.

"Tujuan korban berada di Apartemen Tokyo PIK 2 adalah untuk tinggal sementara sambil menunggu kedatangan Mr. XM alias MJ dari Tiongkok. Kedatangan pelaku bermaksud menindaklanjuti status hubungan mereka," ujar Ade.

Ade menambahkan, perkenalan antara korban dan pelaku bermula pada Agustus 2025. Saat itu, korban mengunduh aplikasi percakapan HelloTalk yang sedang ramai (FYP) di media sosial TikTok.

Pada Desember 2025, pelaku yang menggunakan akun pribadi mulai menyapa dan mendekati korban melalui fitur chatting. Hubungan berlanjut dari pertemanan daring hingga pelaku membujuk korban untuk menjadi kekasihnya secara online.

Selama interaksi tersebut, pelaku secara bertahap memfasilitasi kebutuhan finansial korban guna memuluskan rencananya memboyong korban keluar dari daerah asalnya.

"Kami menemukan jejak aliran transaksi keuangan dari Mr. XM alias MJ yang digunakan oleh korban untuk membiayai perjalanan dari Tasikmalaya hingga sampai ke lokasi penemuan di PIK 2," ungkap Ade.

Pihak kepolisian mengidentifikasi adanya dugaan kuat motif eksploitasi, baik di dalam maupun di luar ikatan pernikahan formal. "Jadi motifnya eksploitasi baik di dalam dan di luar ikatan pernikahan normal," kata Ade Papa Rihi.

4. 5 Orang Ditangkap Buntut Petani Indramayu Tewas

Polres Indramayu mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam kasus kematian Sanudin (44), seorang petani asal Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di depan gerbang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Rendani, Desa Juntikebon.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengungkapkan kelima orang yang diamankan masing-masing berinisial FHF alias A (20), R alias D (39), S alias K (36), AAA alias A (17), dan NS alias N (22).

Menurut Tarno, dua orang di antaranya, yakni R dan S, merupakan kakak beradik yang diduga terlibat perselisihan di lokasi kejadian. Saat ini, kelimanya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu.

"Penyidikan masih terus berjalan. Tim Inafis dan Satreskrim sedang mencocokkan hasil olah TKP, barang bukti yang diamankan, serta keterangan dari lima orang yang diamankan untuk mengonstruksikan peran mereka secara jelas," ujar Tarno saat ditemui di Mapolres Indramayu, Kamis (15/10/2026).

Polisi juga telah meminta keterangan dari tujuh saksi untuk mendalami rangkaian peristiwa tersebut. Penyidik masih mengkaji bukti-bukti yang ditemukan guna memastikan peran masing-masing orang yang diamankan serta menentukan konstruksi hukum perkara.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Sebelum kejadian, Sanudin diketahui baru selesai menonton pertunjukan sandiwara bersama sejumlah rekannya di Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat.

Dalam perjalanan pulang, korban melintasi kawasan TPU Buyut Rendani dan mendapati pertengkaran antara R dan S. Sanudin kemudian berusaha melerai perselisihan kedua bersaudara tersebut. Namun, upaya itu diduga justru memicu konflik antara korban dan salah satu pihak yang terlibat pertengkaran.

"Kami menduga Sanudin menjadi korban pengeroyokan. Korban disebut sempat terjatuh dalam posisi telentang dan berusaha mempertahankan diri sebelum akhirnya tergeletak di sekitar saluran irigasi," kata Tarno.

5. ASN Pemkot Bandung Dipecat gegara Asusila

Seorang ASN Pemkot Bandung harus dipecat dari jabatannya. Dia diberi sanksi tegas karena tersandung kasus asusila setelah diduga menghamili seorang pelajar yang sedang magang di kantornya.

Informasi yang dihimpun detikJabar, kasus ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Surat pemecatan terhadap ASN itu pun sudah dikeluarkan pada 29 Agustus 2025.

Berdasarkan penelusuran detikJabar, ASN itu berinisial AS. Dia lalu menggugat surat pemecatan itu pada November 2025, namun di tengah jalan, tepatnya pada Desember 2025 memutuskan untuk mencabut gugatannya.

Karena masalah itu, AS diberi sanksi disiplin berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. Namun karena yang bersangkutan menggugat surat pemecatan itu, dia akhirnya diberi sanksi pemecatan dengan tidak hormat (PTDH).

Kasus ini turut dibenarkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Meski tidak secara gamblang, Farhan mengaku selalu mendapat informasi tentang pelanggaran etik hingga asusila yang dilakukan bawahannya.

"Secara periodik, saya sebagai wali kota selalu mendapatkan update tentang pelanggaran-pelanggaran susila dan pelanggaran etika yang dilakukan oleh ASN Kota Bandung. Dan apabila memang pembinaan tidak berhasil, maka dengan sangat terpaksa kami lakukan pemberhentian," katanya di Balai Kota Bandung, Kamis (15/10/2026).

Menurut Farhan, sanksi berat itu tidak secara otomatis dijatuhkan kepada ASN yang melanggar aturan. Pelanggar tersebut menurutnya, diberi kesempatan rehabilitasi terlebih dahulu sebelum sanksi pemecatan itu diputuskan.

"Tapi gini, proses pemberhentian itu tidak ditemukan sekali langsung sikat, itu enggak. Tapi memang mesti ada perbaikan. Kemudian apabila sudah diberi kesempatan perbaikan atau direhabilitasi masih melakukan hal-hal yang seperti itu, ya toleransi sudah tidak ada lagi, maka diberhentikan," ucapnya.

"Iya, karena itu (dipecat dengan hormat jadi tidak hormat gara-gara tersandung kasus asusila). Karena sudah kita berikan kesempatan yang cukup, kita bukan sekadar merehabilitasi, bahkan memulihkan kembali ya dari sanksi administrasi. Tapi ternyata terjadi lagi pengulangan, ya terpaksa diberhentikan," tambahnya.

Halaman 2 dari 2
(bba/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads