Warga Kabupaten Bogor yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan gangguan pembuluh darah otak kini memiliki pilihan layanan lebih dekat. RSUD Bakti Pajajaran (sebelumnya bernama RSUD Cibinong) memperkuat fasilitas dan kemampuan dokter agar pasien tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bakti Pajajaran dr. Ajeng Normala mengatakan, pengembangan tersebut didukung fasilitas Cath Lab Biplane, bantuan Kementerian Kesehatan yang diterima pada 2025. Peralatan ini dapat digunakan oleh berbagai dokter spesialis untuk membantu menangani masalah jantung, pembuluh darah otak, serta gangguan pembuluh darah lainnya.
"Alhamdulillah, dengan dukungan Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA, layanan kanker, jantung, dan neurologi mendapatkan penguatan. Cath Lab Biplane masuk pada tahun 2025 dan sudah kami gunakan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor yang benar-benar membutuhkan," ungkap Ajeng dalam Podcast Sora Bogor, Diskominfo Kabupaten Bogor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pemeriksaan yang tersedia adalah Digital Subtraction Angiography atau DSA. Teknologi ini membantu dokter melihat kondisi pembuluh darah, terutama di otak, untuk mengenali penyempitan, sumbatan, maupun gangguan aliran darah. Hasilnya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tindakan sesuai kebutuhan medis pasien.
Menurut Ajeng, kecepatan penanganan menjadi perhatian penting dalam kasus gangguan pembuluh darah otak. Karena itu, ketersediaan fasilitas dan tenaga ahli di daerah diharapkan membantu pasien memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
"Kasihan masyarakat Kabupaten Bogor jika harus berpindah-pindah rumah sakit karena tidak mendapatkan pelayanan. Dengan adanya fasilitas dan kompetensi dokter yang kami miliki, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan indikasi medis pasien," jelasnya.
Peralatan tersebut juga mendukung kerja bersama sejumlah dokter spesialis. Kondisi pasien dapat dibahas dari berbagai bidang keahlian sebelum tim menentukan penanganan.
Pengembangan pelayanan dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakat, termasuk pola sepuluh penyakit terbanyak yang ditangani rumah sakit. Penyakit saraf, diabetes, hipertensi, dan tuberkulosis masih menjadi perhatian. RSUD Bakti Pajajaran juga secara bertahap memperkuat layanan jantung, penyakit dalam, serta kompetensi dokter untuk pelayanan ginjal.
Di tengah peningkatan kemampuan rumah sakit, Ajeng mengingatkan warga agar memperhatikan kesehatan sebelum keluhan muncul. Faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat berkembang tanpa disadari.
"Sering kali masyarakat merasa sehat, padahal tekanan darah sudah tinggi atau kadar gula darahnya juga tinggi. Proses tersebut bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari hingga akhirnya berdampak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Karena itu, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sangat penting, terutama bagi masyarakat yang berusia di atas 40 tahun," terangnya.
Rumah sakit juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan untuk membantu mendeteksi faktor risiko lebih awal. Temuan dari pemeriksaan menjadi dasar bagi pengendalian penyakit sebelum kondisinya semakin serius.
"Kami berharap masyarakat Kabupaten Bogor selalu menjaga pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, serta meluangkan waktu untuk keluarga. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik, tetapi harapan terbesar kami tentu masyarakat tetap sehat dan tidak perlu mendapatkan pelayanan rumah sakit," beber Ajeng.
