Upaya Mengurai Banjir di Jadek Kopo Bandung

Yuga Hasani - detikJabar
Rabu, 14 Okt 2026 14:30 WIB
Ilustrasi banjir (Foto: Unsplash/Lucas Hron).
Kabupten Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung berkolaborasi menangani permasalahan banjir di Jalan Raya Kopo Sayati atau Jalan Dengdek (Jadek), Kecamatan Margahayu, kabupaten Bandung. Solusi permanen yang akan dilakukan adalah membangun Banjir Kanal Cikahiyangan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan Danlanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko telah melakukan pengecekan area tersebut, Senin (12/10/2026) lalu. Mereka langsung melihat titik-titik krusial yang membuat kerap terjadinya banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa mengatakan, dalam pengecekan tersebut Gubernur Jabar sempat meminta normalisasi sungai. Namun menurutnya proses normalisasi hanya bisa menyelesaikan permasalahan dalam kurun waktu satu bulan.

"Soalnya penyebab banjirnya belum diselesaikan. Pertama Sungai Cikahiyangan merupakan saluran irigasi, kedua penampang basahnya yang kecil, lalu kebiasaan masyarakat yang masih suka membuang sampah ke sungai," ujar Zeis, kepada awak media, Rabu (14/10/2026).

Pihaknya mengatakan solusi cepat untuk atasi banjir Jadek Kopo adalah dengan melakukan normalisasi Sungai Cikahiyangan. Kemudian memasang trash trap (jaring sampah di sungai) yang harus ditunggui orang dan disertai mekanisme pengangkutannya yang jelas.

"Tapi ya itu tadi, tidak menyelesaikan ke akar masalahnya. Kalau hujan besar ditambah masyarakat masih suka buang sampang ke saluran pembuangan tersebut, ya pasti banjir lagi," katanya.

Zeis mengungkapkan solusi permanen dalam mengatasi banjir Jadek Kopo adalah dengan membuat Banjir Kanal Cikahiyangan. Banjir kanal merupakan saluran air buatan sebagai infrastruktur pengendali banjir dengan cara menampung dan mengalihkan aliran air dari sungai-sungai di wilayah hulu agar tidak menggenangi pemukiman warga.

"Panjang Banjir Kanal Cikahiyangan kurang lebih 1 Km," jelasnya.

Menurutnya proses pembuatan banjir kanal memerlukan waktu hingga satu tahun. Apalagi jika dalam proses tersebut memerlukan pembebasan lahan.

"Iya yang lama itu kan kalau harus membebaskan lahan milik warga. Biaya pembuatannya mahal? sudah pasti mahal. Tapi kalau bicara dampaknya selama bertahun-tahun terhadap warga, tentu jauh lebih banyak kerugiannya jika banjir ini dibiarkan terus menerus tanpa solusi pasti," ucapnya.

Simak Video "Video: Banjir Luluh Lantakkan Sumsel Usai Empat Jam Diguyur Hujan"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork