Dokumen pemerintahan menyimpan jejak keputusan, kegiatan, dan pertanggungjawaban kepada masyarakat. Agar jejak itu tetap tersedia saat dibutuhkan, Pemkab Bogor mendorong perangkat daerah memperkuat pengelolaan arsip, termasuk melalui aplikasi SRIKANDI.
Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor Nina Nurmasari mengatakan, pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketertiban administrasi. Dorongan tersebut disampaikan menyusul penghargaan pengawasan kearsipan internal tingkat Jawa Barat yang diterima di Bandung, Selasa (13/10/2026).
"Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan tertib administrasi, menjaga integritas, serta menerapkan sistem pengelolaan arsip yang modern, termasuk melalui pemanfaatan aplikasi SRIKANDI," ujar Nina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengelolaan yang tertib diperlukan untuk menjaga keautentikan, keamanan, dan ketersediaan dokumen. Arsip tersebut menjadi sumber informasi sekaligus bukti pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan.
Kepala DAP Kabupaten Bogor Iwan Irawan menekankan bahwa pembenahan ini membutuhkan keterlibatan seluruh pengelola arsip. Penghargaan yang diperoleh menjadi penyemangat untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.
"Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kearsipan di Kabupaten Bogor," kata Iwan.
Melalui pengawasan internal, tim mengevaluasi apakah penanganan arsip sudah berjalan sistematis dan sesuai ketentuan. Hasilnya menjadi dasar untuk menjaga kualitas tata kelola dokumen di lingkungan pemerintah daerah.
Pekerjaan itu berlanjut di perangkat daerah dan kecamatan, tempat dokumen pemerintahan dikelola setiap hari agar informasi dan bukti administrasi tetap terpelihara.
