Padel di Bandung Dikeluhkan Bising, Farhan Minta Tambah Peredam Suara

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 13 Okt 2026 12:23 WIB
Ilustrasi padel. Foto: Shutterstock
Bandung -

Seorang warga mengeluhkan operasional lapangan padel di dekat rumahnya di kawasan Jalan Surya Sumantri, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Melalui unggahannya, dia menyebut lapangan padel itu menimbulkan kebisingan.

Keluhan itu diunggah pengguna Instagram dengan nama akun Ben Wirawan. Setelah Juli 2026 lalu mengeluh karena teriakan pengguna lapangan padel yang bising, kini dia menceritakan bahwa di area itu malah digunakan untuk karaokean.

Keluhan itu langsung direspons Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia awalnya mengatakan, Pemkot Bandung sedang mengukur ambang batas kebisingan di sana yang ditarget bisa keluar hasilnya pada hari ini, Selasa (13/11/2026).

"Hari ini akan disimpulkan hasil pengukuran-pengukuran sesuai dengan peraturan. Peraturan memang mengatakan desibel tertinggi itu 55, tetapi itu teh rata-rata 24 jam. Tapi apa pun hasilnya, saya akan meminta kepada pemilik padel agar menambah peredam," kata Farhan.

Farhan mengaku sudah menemui langsung Ben Wirawan di rumahnya. Ternyata, keluhan itu datang bukan tanpa alasan. Sebab, Ben sedang merawat ayahnya yang sudah berusia 90 tahunan.

"Semalam saya nengok langsung ke rumah Pak Ben, ternyata Pak Ben itu sedang merawat ayahnya yang sedang sakit, usia 91 tahun. Kamarnya yang luas di belakang, sesuai dengan halaman yang luas itu, menempel dengan lapangan padel," ungkapnya.

"Sehingga kalau anak-anak lagi main padel teh teriak-teriak, kan bocor suaranya, sehingga mengganggu ayahanda Pak Ben yang sedang istirahat. Jadi ini mah sekarang pendekatannya bukan pendekatan peraturan atau hukum. Tetap kita ukur, tetapi mari kita lakukan pendekatan kemanusiaan," tambahnya.

Farhan juga memastikan keluhan soal karaokean di lapangan padel itu terbantahkan. Pengelola di sana hanya memutar lagu, namun lagu tersebut malah menimbulkan kebisingan ke rumah Ben Wirawan.

"Bukan karaoke, berisik aja itu. Kan saya konfirmasi langsung ke sana, saya datang ke sana, langsung ketemu sama Pak Ben-nya juga. Ada lagu-lagu, itu saya tanya, ini teh lagu naon, karaoke bukan? Ini mah lagu aja diputar. Oke. Sudah diberhentiin? Udah. Sudah diukur? Sudah," terangnya.

Farhan menyatakan, pengukuran nantinya dilakukan Perumda Tirtawening karena memiliki alat yang memadai. Namun apapun hasilnya, Farhan berharap pendekatannya bisa dilakukan secara kemanusiaan untuk menghormati kenyamanan warga di sana.

"Maka nanti berdasarkan itu akan keluarlah sebuah kesimpulan hukum. Tapi sebelum kesimpulan hukum itu keluar, demi kemanusiaan, sekali lagi nih, saya meminta dengan segala rasa hormat kepada pemilik padel agar segera menambah peredam. Karena lapangan padel itu menempel satu dinding dengan kamar tempat istirahat ayahanda Pak Ben," ucapnya.

"Ini mah pendekatannya kemanusiaan wae ieu mah. Warga ka warga gitu," pungkasnya.




(ral/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork