Round-up

Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang, Ini 8 Faktanya

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 13 Okt 2026 07:30 WIB
Pelaku Perusakan Bus Persib (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)
Bandung -

Bus yang membawa rombongan pemain Persib Bandung U-18 menjadi sasaran penyerangan sekelompok orang di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam. Insiden anarkis tersebut mengakibatkan kerusakan pada armada bus dan melukai seorang ofisial tim.

Berikut fakta-fakta dalam kejadian ini:

Kronologi Kejadian

Melansir detikJateng, Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 21.27 WIB saat rombongan baru saja menepi di rest area. Tim yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti kompetisi di Solo.

"Ya terjadi perusakan dengan memecah kaca bus rombongan bus pemain U-18 Persib Bandung di Rest Area 360 Batang. Ada juga Penganiayaan pada salah satu Official Persib U-18," ujar Bintoro saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (11/10).

Rombongan Persib U-18 diketahui menumpang bus Bima Trans bernomor polisi Z 7539 GZ yang dikemudikan oleh Muhammad Ainur Ridha. Sopir bus tersebut juga telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian.

Bintoro menjelaskan, perjalanan dimulai dari Hotel Monolog Solo setelah seluruh agenda pertandingan kategori umur tersebut rampung.

"Rombongan pemain U-18 Persib Bandung beserta official berjumlah sekitar 30 orang menggunakan satu unit bus Bima Trans meninggalkan Hotel Hotel Monolog Solo setelah selesai kegiatan kompetisi pertandingan U-18," jelasnya.

Kerusuhan Terjadi di Rest Area

Ketegangan bermula sesaat setelah bus terparkir di Rest Area KM 360. Saat kernet bus bernama Irsad turun untuk mengambil koper di bagasi, seorang pria tak dikenal menghampiri dan menanyakan apakah kendaraan tersebut membawa rombongan Persib Bandung. Setelah mendapat konfirmasi, pria itu langsung memanggil rekan-rekannya.

"Selanjutnya orang tersebut memanggil teman-temannya yang lain dengan berkata, 'Bang sini ini benar rombongan Persib'," kata Bintoro menirukan ucapan pelaku.

Situasi cepat memanas ketika sekelompok orang datang dan mulai melempari bus dengan batu. Serangan tersebut menyebabkan kaca bus bagian kiri belakang dan kanan belakang hancur berantakan. Selain kerusakan material, aksi brutal ini juga menyasar personel tim. Seorang ofisial Persib U-18 bernama Pandu dilaporkan menjadi korban penganiayaan di lokasi kejadian.

"Selain merusak bus, seorang official Persib U-18 bernama Pandu juga menjadi korban penganiayaan," pungkas Bintoro.

1 Orang Ditangkap

Polisi bergerak cepat menyelidiki kasus ini. Seorang pria berinisial BPA (33) diciduk di kawasan Jakarta Barat dan kini tengah digelandang menuju Batang untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Usai menerima laporan (perusakan dan Penganiayaan), polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku di Jakarta. Identitasnya masih berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat," ujar Bintoro.

Dia menyebutkan, BPA diduga sebagai aktor yang melakukan pelemparan batu ke arah bus rombongan. Penetapan status terduga ini diperkuat oleh keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP) serta rekaman kamera pengawas (CCTV).

Sikap Viking

Viking Persib Club (VPC) mendesak polisi untuk segera mengusut kasus ini. Sebab menurut Viking, insiden tersebut bukan lagi ranah rivalitas, melainkan sebuah tindakan kriminalitas.

"Penyerangan itu bukan lagi pada batas rivalitas ya, mereka sudah melebihi batas rivalitas. Artinya mereka sudah tidak eh melihat kemanusiaan sebagai basic yang dimiliki oleh suporter. Jadi menurut saya hal itu memang perlu ada penegasan ya dari pihak federasi atau kemudian dari pihak aparat keamanan," kata Sekum Viking, Arlan Siddha.

Menurutnya, penyerangan tersebut sudah tidak bisa dinormalisasi sebagai tindakan wajar kelompok suporter. Apalagi, Indonesia sedang gencar mengkampanyekan para suporter bisa duduk satu tribun bareng di sebuah pertandingan.

Viking Beri Pendampingan

Saat ini, Viking juga berencana untuk mendampingi secara moral para pemain Persib U-18. Hal itu dikakukan supaya para pemain muda Maung Bandung bisa keluar dari trauma kejadian tersebut.

"Viking tentunya akan memberikan support moral dan dukungan, terutama kepada pemain muda agar mereka bisa keluar dari traumanya. Kita juga bakal koordinasi dengan kawan-kawan suporter lain supaya pelakunya segera ditangkap dan tidak lagi menormalisasi hal ini," tuturnya.

Walkot Farhan Prihatin!

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut menyoroti kasus penyerangan yang dialami rombongan bus Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah. Farhan mengaku prihatin dan mengecam tindakan tersebut.

Ditemui wartawan, Farhan memastikan supaya polisi bisa mengusut kasus ini secara tuntas. Belakangan diketahui, aparat telah mengamankan satu orang berinisial BPA (33) di Jakarta setelah diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

"Saya sangat prihatin dan saya mengecam terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang melakukan tindakan kekerasan kepada para siswa Akademi Persib. Saya akan pastikan bahwa dari kepolisian di Jawa Tengah itu akan melakukan pengusutan," kata Farhan.

"Bersama dengan manajemen Persib, kami akan pastikan bahwa ada pengusutan pelanggaran pidana terhadap hal ini. ini. Kami juga akan memberikan perlindungan khusus kepada para talenta-talenta sepak bola muda di Kota Bandung ini untuk melindungi mereka dari tindakan kekerasan, apalagi ancaman dan intimidasi," tambahnya.

Selanjutnya, Farhan memastikan bahwa Pemkot Bandung bakal berkoordinasi dengan manajemen Persib. Tindakan itu dilakukan untuk memberikan jaminan bagi para pemain muda Persib jika mau melaksanakan pertandingan ke luar kota.

Beri Pemulihan Trauma

Farhan pun sempat ditanya mengenai upaya pemulihan trauma para pemain muda Persib setelah kejadian ini. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan manajemen jika upaya trauma healing dibutuhkan untuk para pemain.

"Saya akan upayakan. Karena bagaimanapun juga masalah ini pasti ada post traumatic syndrome ya, maka saya akan ngobrol dulu, akukan asesmen, apa yang bisa kita bantu kita akan kerahkan dari tim psikologi klinis. Mudah-mudahan sih dampaknya tidak terlalu besar, tapi saya yakin dampaknya ada. Saya akan menemui para orang tuanya untuk mengetahui masukan dari para orang tua," katanya.

"Persib juga sudah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada personel maupun atlet serta anggota keluarga yang tertinggal di Rest Area 360, semua sudah kembali ke Bandung dengan selamat. Ada yang terluka kena pecahan kaca, ada yang terluka karena dianiaya. Nah, ini yang sedang kita selidiki terus, memastikan bahwa kepolisian menegakkan keadilan untuk kita semuanya," terangnya.

Sikap I.League

I.League menilai tindakan kekerasan dan perbuatan yang mengarah pada tindak kriminal merupakan hal yang tidak dapat ditoleransi, baik di dalam maupun di luar lingkungan pertandingan.

"Terlebih, kejadian ini dilaporkan berlangsung di jalan umum, ketika rombongan sedang melakukan perjalanan, sehingga tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," tulis I.League dalam keterangan resminya.

I.League pun meminta polisi dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden ini, mengidentifikasi seluruh pihak yang bertanggung jawab, serta memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Apabila terbukti melakukan tindak pidana, para pelaku harus mendapatkan hukuman yang tegas dan setimpal dengan perbuatannya. Penegakan hukum yang serius diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tegasnya.

I.League juga menaruh perhatian khusus terhadap dampak insiden ini bagi para pemain muda yang berada dalam rombongan EPA Persib U18. Tindakan kekerasan yang terjadi di sekitar mereka tidak hanya berpotensi membahayakan keselamatan fisik, tetapi juga dapat menimbulkan ketakutan dan trauma psikologis yang memengaruhi rasa aman serta proses perkembangan mereka sebagai atlet muda.

"Para pemain usia muda seharusnya dapat menjalani proses pembinaan dan meniti perjalanan karier sepak bola dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Mereka tidak sepatutnya menjadi korban ataupun menyaksikan tindakan kekerasan yang muncul akibat rivalitas antarklub," paparnya.




(wip/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork