Kabar Kampus

Kemdiktisaintek Perkuat Tata Kelola Kampus Lewat AKPT 2026

Siti Nurhaliza Safitri - detikJabar
Jumat, 09 Okt 2026 16:16 WIB
Mendikti Saintek, Brian Yuliarto (Foto: Siti Nurhaliza Safitri/detikJabar)
Bandung -

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melanjutkan agenda hari kedua Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap III Tahun 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Bertempat di Laboratorium Teknologi XIX Freeport School of Business and Management, Jumat (9/10/2026), kegiatan ini mengusung tema besar "Institutional Transformation and Innovation".

Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menekankan pentingnya AKPT sebagai wadah pembinaan bagi perguruan tinggi dalam menavigasi tantangan era digital.

"Jadi selama dua hari ini banyak dibicarakan bagaimana kita membuat transformasi institusi di tengah adanya disrupsi teknologi. Kemarin dibicarakan bagaimana mengembangkan budaya riset sampai transformasi strukturnya kemudian bagaimana kita menghadapi disrupsi kecerdasan buatan," ucapnya, Jumat (9/10/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang memimpin langsung seminar hari kedua, menyerukan penguatan scientific culture melalui riset dan inovasi yang berdampak nyata. Brian mengkritisi kecenderungan perguruan tinggi saat ini yang dinilai terlalu mengejar pencapaian administratif namun mengesampingkan esensi pengembangan ilmu pengetahuan.

Ia juga menggarisbawahi urgensi kolaborasi antar-kampus di Indonesia untuk menghadapi tekanan persaingan global, mengingat besarnya sumber daya yang dimiliki institusi pendidikan luar negeri.

"Jika setiap universitas Indonesia bergerak sendiri-sendiri, peluang untuk mencapai posisi yang kompetitif akan lebih terbatas. Sebaliknya, apabila kekuatan berbagai universitas dihimpun, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan daya saingnya," ujar Brian melalui seminar yang disampaikan.

Lebih lanjut, Brian memaparkan pergeseran lanskap global yang memengaruhi masa depan dunia akademik dan kerja, mulai dari perebutan talenta hingga digitalisasi. Ia mengingatkan bahwa ijazah saja tidak lagi cukup; lulusan harus dibekali keterampilan relevan, kemampuan memecahkan masalah, dan kapasitas adaptasi teknologi melalui pengalaman belajar yang nyata.

"Sustainability dan inovasi itu harus kita bisa manfaatkan. Kondisi-kondisi di dunia, mulai dari kompetisi talenta dan reputasi, kemudian juga digitalisasi. Sempat beredar perbincangan mengenai enggak perlu lagi ijazah kampus (untuk bekerja) karena yang diperlukan adalah kompetensi. Nah ini, kita jangan khawatir, itu justru feedback untuk perguruan tinggi," kata Brian.

AKPT Angkatan I Tahun 2026 ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri. Program ini dirancang untuk memperkuat kepemimpinan, tata kelola, pengembangan SDM, hingga penguasaan kecerdasan artifisial melalui metode Capstone Project.

Kemdiktisaintek menargetkan para peserta mampu mengimplementasikan proyek perubahan tersebut di kampus masing-masing demi keberlanjutan kualitas pendidikan tinggi nasional.

"Intinya adalah kita mencoba melakukan pertemuan ya, beberapa pimpinan perguruan tinggi atau tokoh-tokoh prominent yang pernah memimpin perguruan tinggi di Indonesia saling berbagi pengetahuan yang diharapkan bisa memberikan tambahan wawasan, insight, cara pandang. Jadi harapannya dengan begini tentu kualitas tata kelola perguruan tinggi itu berkembang menjadi lebih baik," tutup Brian.



Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "

(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork