PKL Puncak Cianjur Membandel, Pemkab Cianjur Pasang Pembatas Beton

PKL Puncak Cianjur Membandel, Pemkab Cianjur Pasang Pembatas Beton

Ikbal Selamet - detikJabar
Jumat, 09 Okt 2026 15:15 WIB
Satpol PP pasang pembatas beton
Satpol PP pasang pembatas beton (Foto: Istimewa).
Cianjur -

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah tegas dengan memasang pembatas beton di kawasan Rest Area Segar Alam, Puncak, Cianjur. Pasalnya, lokasi yang sebelumnya dibersihkan dari bangunan liar tersebut masih sering kali dipenuhi pedagang kaki lima (PKL).

Kasatpol PP Kabupaten Cianjur Djoko Purnomo mengatakan pihaknya kerap kali menerima laporan jika lahan yang sudah diratakan tersebut dijadikan lapak dagangan oleh PKL.

Bahkan, lanjut dia, para PKL tersebut menggelar tikar untuk menjadi tempat duduk bagi pemotor atau wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya kami terima laporan melalui unggahan di media sosial. Begitu dicek, benar saja banyak pedagang di sana sampai menggelar tikar," ujar dia, Jumat (9/10/2026).

Menurut dia, begitu petugas datang, para pedagang tersebut langsung membereskan lapak dagangan hingga tikarnya.

ADVERTISEMENT

"Jadi begitu petugas datang, kawasan itu sudah langsung bersih. Pedangnya berlarian sambil membawa barang dagangannya," kata dia.

Dia mengatakan, Pemkab pun mengambil langkah tegas dengan mengganti water barrier dengan pembatas beton. Pasalnya, para pedagang nakal dengan mudah menggeser *water barrier agar bisa berjualan di kawasan terlarang tersebut.

"Kemarin sebenarnya sudah kami pasang water barrier. Tapi dengan mudah pedagang ini menggesernya. Makanya sekarang kami pasang pembatas beton, supaya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di kawasan tersebut," kata dia.

Dia menjelaskan kawasan Rest Area Segar Alam akan ditata oleh Pemprov Jabar dan Pemkab Cianjur. Para pedagang yang sudah ditertibkan bahkan telah diberi kompensasi.

"Pedagangnya sudah diberi kompensasi, seharusnya sudah tidak kembali berjualan di sana. Apalagi di tahun depan akan ditetapkan ulang agar lebih indah dan nyaman," pungkasnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Perkara Perizinan Jadi Trigger Tuntutan Ruang Bahagia Terhadap Pemkot dan Satpol PP Solo"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads