Keracunan Massal di Sukabumi, BGN: Laporan Sengaja Ditutupi

Keracunan Massal di Sukabumi, BGN: Laporan Sengaja Ditutupi

Siti Fatimah - detikJabar
Jumat, 09 Okt 2026 13:31 WIB
ilustrasi keracunan
Ilustrasi keracunan (Foto: Dok.Detikcom).
Sukabumi -

Badan Gizi Nasional (BGN) geram lantaran kasus keracunan massal yang menimpa 151 guru dan siswa SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, sempat ditutupi. Koordinator Wilayah (Korwil) BGN, Firman Julyansah, merasa dibohongi oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikujang 1.

Akibat insiden dan lambatnya laporan yang masuk, SPPG Cikujang 1 resmi dijatuhi sanksi berat berupa pembekuan izin operasional atau penangguhan (suspend) selama 30 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Panjangnya jeda waktu pelaporan mengakibatkan sampel makanan, baik yang ada di sekolah maupun di SPPG, sudah dimusnahkan sesuai SOP penyimpanan sampel 2x24 jam," ujar Firman saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).

Firman membeberkan, gejala keracunan sebenarnya sudah dirasakan para siswa sejak Kamis dan Jumat pekan lalu. Namun, pihak sekolah baru melaporkannya ke SPPG pada Senin (5/10) sore. Sementara laporan resmi baru sampai ke tangan Firman pada Rabu (7/10) siang, itu pun setelah kasusnya mencuat di Puskesmas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

"Molornya pelaporan ini membuat BGN kesulitan menyimpulkan secara langsung apakah keracunan tersebut murni dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) atau faktor lain, lantaran barang bukti makanan sudah keburu musnah," katanya.

Meski demikian, BGN menemukan fakta mencolok dari hasil observasi di lapangan. Makanan program MBG itu ternyata baru disantap para siswa pada pukul 15.00 WIB. Padahal, label pada ompreng (wadah makanan) dengan jelas mencantumkan batas waktu aman konsumsi maksimal pukul 13.00 WIB.

Menyusul temuan dan pelanggaran prosedur tersebut, BGN langsung bergerak cepat. Operasional SPPG Cikujang 1 dihentikan sejak Rabu sore.

"Selain sanksi internal pembekuan operasional selama sebulan penuh, BGN Wilayah juga telah melaporkan kasus ini ke Satgas Pemda Kabupaten Sukabumi serta Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan keracunan massal menerpa SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 151 orang yang terdiri atas siswa hingga tenaga pengajar mendadak tumbang usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa dimsum ayam jamur.

Peristiwa ini sempat tak langsung mencuat ke publik lantaran pihak sekolah awalnya tidak melaporkan insiden medis tersebut kepada jajaran Forkopimcam setempat maupun fasilitas kesehatan resmi.

Plt Camat Gunungguruh Ridwan Agus Mulyawan mengungkapkan, informasi awal hanya berputar secara internal antara pihak sekolah dan unit penyedia makanan. "Pihak SMK tidak melaporkan kejadian tersebut kepada berbagai pihak kecuali ke SPPG," ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

"Berdasarkan keterangan dari para siswa dan guru yang sakit, gejala mual, pusing, dan diare tersebut muncul beberapa waktu setelah mereka menyantap menu MBG berupa dimsum ayam jamur yang dikonsumsi pada pukul 13.00 WIB," ungkapnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Prabowo: Anak-anak Harus Dapat Pendidikan yang Baik, MBG Saja Tak Cukup"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads