Sebanyak 151 orang yang terdiri atas siswa dan guru di SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut sempat luput dari pantauan aparat kewilayahan lantaran pihak sekolah awalnya tidak membuat laporan berjenjang ke pihak terkait.
Kasus ini baru terkuak beberapa hari berselang setelah ratusan korban mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga diare usai mengonsumsi menu dimsum ayam jamur. Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi langsung bergerak melakukan penelusuran dan pemeriksaan medis di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 6 fakta lengkap terkait dugaan keracunan massal di SMKN 1 Gunungguruh yang dirangkum detikJabar, Kamis (8/10/2026):
Pihak Sekolah Sempat Hanya Lapor ke SPPG
Peristiwa dugaan keracunan massal ini sempat tidak diketahui aparat kecamatan dan fasilitas kesehatan setempat. Pihak SMKN 1 Gunungguruh pada awalnya hanya mengabarkan insiden tersebut secara internal kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG.
"Pihak SMK tidak melaporkan kejadian tersebut kepada berbagai pihak kecuali ke SPPG," ujar Plt Camat Gunungguruh, Ridwan Agus Mulyawan saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Total Korban Capai 151 Orang Terdiri Siswa dan Guru
Berdasarkan koordinasi dan penelusuran langsung di lokasi sekolah, jumlah korban yang terdampak paparan makanan tersebut mencapai ratusan orang dari kalangan pelajar hingga tenaga pengajar.
"Tim dari Puskesmas Cibolang yang berkoordinasi langsung dengan pihak SMKN 1 Gunungguruh membenarkan adanya 125 siswa dan 26 guru yang mengalami gejala tersebut, dengan total keseluruhan mencapai 151 orang. Dari jumlah itu, satu orang guru sempat dirawat di RS Beta Medika," kata dia.
Gejala Muncul Usai Konsumsi Menu Dimsum Ayam Jamur
Para korban mengaku mulai merasakan gangguan kesehatan beberapa jam setelah menyantap hidangan menu MBG pada Jumat siang. Gejala yang dialami seragam berupa keluhan pencernaan akut dan pusing.
"Berdasarkan keterangan dari para siswa dan guru yang sakit, gejala mual, pusing, dan diare tersebut muncul beberapa waktu setelah mereka menyantap menu MBG berupa dimsum ayam jamur yang dikonsumsi pada pukul 13.00 WIB," ungkapnya.
Terbongkar Saat Absensi Hari Senin
Kasus ini baru mulai teridentifikasi secara luas ketika pihak sekolah melakukan pengecekan absensi kelas pada Senin (5/10/2026).
Saat didata, banyak siswa dan guru tidak hadir karena mengalami keluhan sakit yang sama secara serentak sejak Jumat sore.
Mayoritas Rawat Jalan dan Guru yang Dirawat Sudah Pulih
Sebagian besar korban yang mengalami gejala keracunan menjalani masa pemulihan dengan beristirahat di rumah. Sementara itu, satu tenaga pengajar yang sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit kini kondisinya sudah membaik.
"Sebagian siswa dan guru masih merasakan gejala tersebut dan menjalani pengobatan jalan di rumah masing-masing. Sementara satu orang guru yang sempat dirawat kini sudah dapat melaksanakan tugas mengajar kembali," jelasnya.
Dinkes Sukabumi Terjun Periksa Dapur SPPG Cikujang 1
Menindaklanjuti kabar yang diterima pada Rabu (7/10/2026), Forkopimcam Gunungguruh bersama tenaga medis Puskesmas mendatangi sekolah.
Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi juga telah diterjunkan langsung untuk memeriksa fasilitas penyedia makanan di SPPG Cikujang 1 guna menginvestigasi penyebab pasti keracunan massal tersebut.
(sya/sud)
