Diskominfo Bogor Soroti Delapan Website Kecamatan yang Tak Diperbarui

Diskominfo Bogor Soroti Delapan Website Kecamatan yang Tak Diperbarui

Andry Haryanto - detikJabar
Kamis, 08 Okt 2026 21:45 WIB
forum kolaborasi pemerintah digital di Megamendung
forum kolaborasi pemerintah digital di Megamendung (Foto: istimewa)
Bogor -

Delapan website resmi kecamatan di Kabupaten Bogor tercatat tidak mengalami pembaruan konten selama sekitar satu tahun. Berdasarkan evaluasi Diskominfo hingga September 2026, pembaruan terakhir pada delapan situs tersebut dilakukan pada 2025.

Temuan itu menjadi perhatian dalam pembenahan pengelolaan informasi pemerintah. Dari total 40 website kecamatan, Diskominfo masih menemukan sejumlah situs yang belum diperbarui secara berkala.

Persoalan tersebut dibahas dalam forum kolaborasi pemerintah digital di Megamendung, Kamis (8/10/2026). Seluruh unsur pengelola sistem informasi, aplikasi, dan website dari 40 kecamatan mengikuti kegiatan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor Bambang Widodo Tawekal menekankan pentingnya kemampuan operator dalam menyediakan informasi yang berkualitas. Pengelolaan website juga mencakup keamanan dan ketepatan data yang disampaikan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memahami aspek teknis pengelolaan website dan aplikasi, tetapi juga memahami pentingnya penyediaan konten yang berkualitas, pembaruan informasi secara berkala, keamanan informasi, pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik," katanya.

Pengelola di tingkat kecamatan menjadi ujung tombak penyampaian informasi pemerintah daerah kepada warga. Karena itu, peningkatan kompetensi mereka diarahkan untuk mendukung pengelolaan data dan layanan digital secara terpadu, transparan, serta akurat.

Forum tersebut menghadirkan tenaga ahli madya statistisi dari Diskominfo Provinsi Jawa Barat beserta tim. Selain memperkuat keterampilan teknis, kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman mengenai pengelolaan platform resmi pemerintah.

Bambang mengingatkan bahwa website dan aplikasi perlu dikelola dengan orientasi pada kebutuhan pengguna. Keberadaannya harus membantu masyarakat memperoleh informasi dan mengakses pelayanan.

"Pengelolaan aplikasi dan website hendaknya tidak dilakukan hanya sebagai pemenuhan kewajiban administratif, tetapi harus diarahkan untuk menghasilkan layanan digital yang mudah digunakan, terintegrasi, responsif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," tandasnya.

Diskominfo akan terus mendorong penguatan pengelolaan, mulai dari penyediaan konten hingga pembaruan informasi. Upaya tersebut diharapkan membuat website kecamatan lebih bermanfaat sebagai saluran komunikasi pemerintah dan warga.

Pemkab Bogor berharap pembenahan ini meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui informasi yang dikelola secara berkelanjutan.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads