Pemkot Bandung merespons kondisi pedagang buku di Jalan Cihapit, Bagja Tanurahardja, yang lapaknya ia bongkar sendiri. Pemkot pun memastikan para pedagang masih boleh berjualan, asalkan menggunakan tempat yang bisa dibongkar pasang.
Di Cihapit, ada 13 lapak PKL yang dibongkar secara mandiri setelah menerima imbauan dari kelurahan pada Senin (5/10) lalu. Lapak tersebut ditertibkan karena dibuat permanen maupun semipermanen dan dibangun di atas ruang pejalan kaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lurah Cihapit Yoga Hananto menjelaskan, penataan dilakukan bukan untuk melarang masyarakat berdagang. Melainkan memastikan aktivitas perdagangan berlangsung sesuai aturan dan tidak mengganggu kepentingan umum.
"Untuk ke depannya saya mengimbau untuk berdagang dengan cara bongkar pasang, yaitu tidak semi permanen dan juga tidak mengganggu pejalan kaki," kata Yoga, Kamis (8/10/2026).
Menurut Yoga, keberadaan bangunan semi permanen di atas trotoar menjadi salah satu perhatian dalam penataan kawasan. Trotoar pada prinsipnya diperuntukkan bagi pejalan kaki sehingga aktivitas perdagangan perlu diatur agar tidak mengurangi hak masyarakat untuk menggunakan fasilitas tersebut.
Karena itu, pemerintah memberikan ruang bagi pedagang untuk tetap beraktivitas dengan konsep lapak yang dapat dibongkar pasang. Pedagang juga diharapkan memastikan area yang digunakan tetap bersih dan tertata setelah aktivitas perdagangan selesai.
"Alhamdulillah berjalan aman, kondusif, dan semua pedagang menerima serta bersepakat untuk menaati aturan," ujarnya.
Yoga menambahkan, penataan kawasan juga mendapat dukungan dari pengurus RT, RW, dan masyarakat sekitar. Dengan pembongkaran bangunan semi permanen, kawasan Cihapit diharapkan menjadi lebih tertib, nyaman, serta tetap memiliki aktivitas ekonomi masyarakat.
"Harapannya ketika nanti kembali berdagang, kawasan menjadi lebih indah dan wisatawan nyaman ketika berkunjung ke wilayah Cihapit," tuturnya.
Pemkot Bandung juga akan melanjutkan sosialisasi dan imbauan di sejumlah titik di wilayah Cihapit yang masih terdapat kios semi permanen. Pendekatan yang dilakukan mengedepankan komunikasi dengan para pedagang agar penataan dapat berjalan secara tertib dan kondusif.
Yoga mengajak para pedagang untuk bersama-sama menjaga wajah kawasan Cihapit sebagai salah satu ruang aktivitas masyarakat dengan tetap memperhatikan ketertiban, kenyamanan, kebersihan, dan akses pejalan kaki.
"Berangkat bersih, pulang bersih," ujar Yoga.
