Dugaan keracunan massal menerpa SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 151 orang yang terdiri atas siswa hingga tenaga pengajar mendadak tumbang usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa dimsum ayam jamur.
Peristiwa ini sempat tak langsung mencuat ke publik lantaran pihak sekolah awalnya tidak melaporkan insiden medis tersebut kepada jajaran Forkopimcam setempat maupun fasilitas kesehatan resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt Camat Gunungguruh Ridwan Agus Mulyawan mengungkapkan, informasi awal hanya berputar secara internal antara pihak sekolah dan unit penyedia makanan.
"Pihak SMK tidak melaporkan kejadian tersebut kepada berbagai pihak kecuali ke SPPG," ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Ridwan menuturkan, tabir dugaan keracunan baru terendus saat pihak sekolah mengecek daftar kehadiran murid pada Senin (5/10/2026). Saat dilakukan penelusuran atas banyaknya siswa dan guru yang absen, terungkap bahwa keluhan sakit sudah mulai dirasakan sejak akhir pekan sebelumnya, tepatnya Jumat (2/10/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Rentang waktu keluhan tersebut berselang beberapa jam setelah santap siang di sekolah.
"Berdasarkan keterangan dari para siswa dan guru yang sakit, gejala mual, pusing, dan diare tersebut muncul beberapa waktu setelah mereka menyantap menu MBG berupa dimsum ayam jamur yang dikonsumsi pada pukul 13.00 WIB," ungkapnya.
Pihak kecamatan bersama Puskesmas baru mendapatkan kabar mengenai gelombang korban sakit pada Rabu (7/10/2026). Tim Forkopimcam dan petugas medis Puskesmas Cibolang langsung mendatangi sekolah untuk memverifikasi data dan memeriksa kondisi para penyintas.
Dari hasil pendataan lapangan, korban terdampak menyentuh angka seratus lebih, dengan satu orang pengajar harus dilarikan ke rumah sakit.
"Tim dari Puskesmas Cibolang yang berkoordinasi langsung dengan pihak SMKN 1 Gunungguruh membenarkan adanya 125 siswa dan 26 guru yang mengalami gejala tersebut, dengan total keseluruhan mencapai 151 orang. Dari jumlah itu, satu orang guru sempat dirawat di RS Beta Medika," kata dia.
Kondisi para korban berangsur membaik meski sebagian di antaranya masih harus beristirahat di rumah.
"Sebagian siswa dan guru masih merasakan gejala tersebut dan menjalani pengobatan jalan di rumah masing-masing. Sementara satu orang guru yang sempat dirawat kini sudah dapat melaksanakan tugas mengajar kembali," jelasnya.
Guna memastikan penyebab utama insiden ini, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah dikerahkan untuk memeriksa dapur penyedia di SPPG Cikujang 1 serta mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium. Hingga kini, investigasi medis masih terus berjalan guna menyingkap penyebab pasti terjadinya gejala massal tersebut.
(sya/sud)
