Tiang penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Soekarno-Hatta memiliki tampilan anyar, kini dekoratif saat ini sarat dengan budaya Sunda dengan dudukan bata merah, yang jadi ciri khas Candi Bentar.
Tiang penyangga PJU itu menjulang lurus, berdesain ramping, dan dicat dengan warna putih. Bagian atas tiang dihiasi dengan ornamen simbol Kujang, Mega Mendung, dan Mahkota Binokasih atau puncak gunungan berwarna emas yang mencolok. Ornamen ini membentang secara simetris ke sisi kiri dan kanan, memiliki ukiran melengkung yang menyerupai bentuk sulur, dedaunan, atau sepasang sayap.
Terdapat dua buah lampu jalan dengan kap berbentuk pipih. Lampu tersebut terpasang menghadap ke bawah di masing-masing ujung lengan ornamen emas.
Selain itu, pada bagian dasar PJU memiliki dudukan bata berbentuk persegi berundak yang kokoh dan dicat dengan warna merah.
Keberadaan PJU dengan model baru ini belum merata dipasang, dari Cibiru sampai Persimpangan Kircon, terlihat kurang dari 10 PJU model baru.
Keberadaan PJU itu disambut baik pengendara yang melintas, salah satunya Dery (36).
"Bagus modelnya, semoga fungsinya awet," kata Dery.
Dery sebut dia sering melintas di jalan tersebut dan memang cukup repot jika PJU di jalan itu padam.
"Sering lewat jalan sini. Kalau PJU padam gelap banget, apalagi buat yang nyebrang," ujarnya.
Disinggung terkait model baru PJU itu, Dery sebut harus diseragamkan dari Cibiru sampai perbatasan Cimahi.
"Kalau mau ganti model, ganti semua, sekarang kan baru beberapa aja PJU dengan model baru ini," ujarnya.
Beda dengan Dery, Susan sebut, di Jalan Soekarno Hatta sudah banyak PJU, tinggal fungsinya dikembalikan, PJU yang padm diperbaiki.
"Daripada diganti semua, lebih baik buat buat jembatan penyebrangan orang (JPO). JPO paling dibutuhkan di jalan ini," ujarnya.
"PJU juga butuh, tapikan sudah banyak, tinggal perawatan saja," pungkasnya.
(wip/yum)