Penataan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kecelakaan terjadi di ruas jalan tersebut. Masyarakat kini menanti realisasi rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membuat jalur tersebut lebih aman, terutama bagi para pejalan kaki dan pelajar.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan melakukan penataan Jalan Soekarno-Hatta dengan memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Pemasangan PJU dan pembangunan JPO disebut mulai dilakukan pada Agustus 2026.
Baca juga: Infografis: Nama Asli Nyi Roro Kidul |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar mengatakan, penanganan ruas Jalan Soekarno-Hatta dilakukan melalui kolaborasi Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung. Sejumlah langkah cepat bahkan telah dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan.
"Pada prinsipnya untuk PJU, jadi Pemprov ya, Bina Marga, Dinas Perhubungan itu kolaborasi dengan Kota Bandung untuk pemasangan PJU dan JPO," kata Adi, Senin (24/8/2026).
Menurut Adi, langkah awal sudah dilakukan dengan memasang sejumlah fasilitas keselamatan jalan. Di antaranya marka Zona Selamat Sekolah (ZoSS), warning light, serta rambu-rambu lalu lintas.
"Jadi hari ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan, Dishub Jabar dan Kota Bandung sudah memasang marka jalan ya, marka jalan zona selamat sekolah. Ada warning light dan rambu. Dan sekarang apa, sedang survei hari ini, tim saya tiga hari sudah terpasang," ujarnya.
Selain fasilitas keselamatan, personel dari kepolisian dan Dinas Perhubungan juga ditambah untuk membantu mengatur aktivitas penyeberangan, khususnya pada jam sibuk sekolah.
"Terus selanjutnya juga dari kepolisian dan Dishub juga menambah personil untuk mengamankan anak-anak menyeberang ya pada saat jam masuk dan jam pulang sekolah," kata Adi.
Pembangunan JPO Masih Dibahas
Untuk pembangunan JPO, Adi menyebut pengerjaannya akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat. Namun, desain dan konstruksi JPO masih dalam tahap pembahasan.
"Untuk pembangunan jembatan penyeberangan orang akan dilaksanakan oleh DBMPR dan untuk konstruksi JPO-nya sedang dalam pembahasan," tuturnya.
Adi menegaskan, pemerintah tidak menunggu seluruh proses pembangunan selesai untuk melakukan penanganan. Sejumlah langkah darurat telah dijalankan untuk mengurangi potensi kecelakaan di ruas tersebut.
"Tapi yang pasti prinsipnya langkah-langkah untuk menangani hal-hal yang urgen ya itu sudah dilakukan, tadi penambahan personil, pemasangan marka jalan, rambu-rambu, dan yang selanjutnya jembatan penyeberangan itu sedang dalam pembahasan," katanya.
Namun, pembangunan JPO di Jalan Soekarno-Hatta tidak sepenuhnya sederhana. Pemprov Jabar masih melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat lantaran ruas tersebut berada dalam pengelolaan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Karena ini kan ada beberapa komunikasi ya dengan pusat, dengan pengelola Jalan Soekarno-Hatta yang dikelola oleh Kementerian PU. Namun kami juga memastikan bahwa langkah-langkah cepat itu hari ini sudah dilakukan oleh Dishub dan Bina Marga berkolaborasi dengan jajaran Pemkot Bandung," ungkapnya.
Mengenai jumlah JPO yang akan dibangun, Adi belum dapat memastikan jumlah titiknya. Penentuan lokasi nantinya akan mengacu pada hasil analisis dan kajian Bina Marga bersama Dishub.
"Untuk penyeberangan orang ini saya masih menunggu informasi dari Bina Marga namun yang pasti dari ruas Jalan Soekarno-Hatta ya, yang pernah juga disampaikan oleh Pak Gubernur, sepanjang ruas itu akan ditentukan titik-titiknya sesuai dengan analisa dan kajian dari Bina Marga dan Dishub," jelas Adi.
Adapun lokasi yang menjadi perhatian untuk dibangun JPO antara lain kawasan dengan aktivitas penyeberang yang tinggi, seperti sekolah dan perkantoran.
"Terutama dari Dishub karena kan itu ada ketentuannya apa saja, lokasinya di mana saja yang dibangun JPO untuk memfasilitasi para penyeberang misalkan di dekat area persekolahan, perkantoran," pungkasnya.
(bba/sud)
