Proyek pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya di Kota Bandung kembali berpotensi menimbulkan kemacetan. Sebab saat ini, sedang dilakukan pekerjaan konstruksi yang memakan sebagian jalan.
Proyek pembangunan halte on-corridor itu dilakukan di ruas Jalan Rajawali Timur hingga Jalan Kebon Jati, Kota Bandung. Ada 4 halte yang sedang dibangun di tengah jalan, dan tentunya bisa menimbulkan potensi kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah ini turut direspons Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Meski ikut merasa was-was dengan potensi kemacetan, namun ia memastikan Pemkot akan meminimalisir dampak terparah di ruas jalan tersebut.
"Ya kita akan seoptimal mungkin meminimalisir dampak lah. Jadi memang ini sesuatu yang saya udah deg-degan banget, tapi ya harus kita hadapi," kata Farhan, Kamis (8/10/2026).
Solusi yang coba ditawarkan kata Farhan, adalah memberi informasi secara akurat kepada masyarakat. Nantinya, informasi bakal disampaikan terkait berapa lama proyek itu dijalankan.
Dinas Perhubungan pun bakal dituntut komunikatif memberikan informasi kepada masyarakat. Tujuannya, supaya pengguna jalan bisa memahami bahwa proyek itu memang membutuhkan waktu saat pembangunannya dilaksanakan.
"Yang paling penting mah sekarang teh kita mesti memberi tahu aja bahwa pekerjaan akan dimulai berapa hari, berapa lama, itu mesti diinformasikan terus. Itu sebabnya saya juga sekarang sama Dinas Perhubungan, contohnya, sedang menekan agar Dinas Perhubungan memberitahukan jadwal perbaikan semua traffic light yang dicuri agar bisa dinyalakan," ungkapnya.
"Kan sekarang semua komplain 'Naha 2 minggu?'. Nah saya kira Dinas Perhubungan harus memperbaiki bentuk komunikasi kepada publiknya untuk mengetahui apa saja yang dikerjakan dan di mana saja yang dikerjakan," pungkasnya.
(ral/sud)
