Tekan Stunting, Pemkab Bogor Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Tekan Stunting, Pemkab Bogor Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Andry Haryanto - detikJabar
Kamis, 08 Okt 2026 09:01 WIB
Ilustrasi stunting di Indonesia
Foto: Getty Images/iStockphoto/Riza Azhari
Bogor -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat angka stunting pada Agustus 2026 sebesar 2,37 persen atau setara dengan 8.374 kasus. Meski tren menunjukkan penurunan, capaian tersebut belum menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengendurkan upaya pencegahan. Ribuan anak masih membutuhkan perhatian serius agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Gerakan Cegah Stunting di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah, Cibinong, Rabu (7/10/2026). Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto.

Fusia mengatakan, penurunan kasus ini merupakan hasil kerja keras pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat. Mengingat persoalan stunting melibatkan banyak faktor, penanganannya pun memerlukan keterlibatan pihak di luar sektor kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalah kesehatan di Kabupaten Bogor tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dinas Kesehatan saja. Oleh karena itu, kita tetap harus berkolaborasi, bersinergi, dan berkoordinasi, terutama dalam mencegah stunting di Kabupaten Bogor," ujar Fusia.

Menurutnya, pemenuhan gizi berperan krusial dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Kekurangan asupan dapat menghambat pertumbuhan fisik, meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, serta memengaruhi perkembangan kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan.

ADVERTISEMENT

Fusia menjelaskan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Asupan yang tidak memadai dan infeksi berulang menjadi faktor utama yang harus diperhatikan, di samping pola asuh serta kondisi lingkungan.

Dinkes kini memperkuat promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk membangun kesadaran pencegahan. Gerakan tersebut difokuskan pada pemenuhan gizi, pola pengasuhan, pemantauan tumbuh kembang, serta imunisasi anak.

Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan aktif keluarga sebagai garda terdepan. Dalam gerakan ini, TP PKK bersama kader Posyandu berperan memperluas edukasi kesehatan serta meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi dan tumbuh kembang buah hati.

Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, menegaskan bahwa penurunan angka stunting harus menjadi pijakan untuk memperkuat pendampingan keluarga. Ia mengingatkan bahwa masih ada anak yang membutuhkan perhatian dan intervensi agar dapat tumbuh secara optimal.

"Pencegahan stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Bogor," kata Eva.

Ia menambahkan, upaya tersebut perlu dilakukan sejak masa kehamilan melalui perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta imunisasi sesuai usia.

Sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat diharapkan mampu mempertahankan capaian penurunan angka stunting sekaligus menjangkau anak-anak yang masih membutuhkan penanganan.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads