Buat Onar di Cimahi, 17 Anggota 'Lelaki Penuh Dosa' Ditangkap

Buat Onar di Cimahi, 17 Anggota 'Lelaki Penuh Dosa' Ditangkap

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 17:54 WIB
Tangkapan layar penyerangan geng motor di Melong Cimahi
Tangkapan layar penyerangan geng motor di Melong Cimahi (Foto: Istimewa)
Cimahi -

Aksi penyerangan antarkelompok melibatkan sejumlah remaja viral di media sosial. Tak hanya itu, mereka yang terlibat bentrokan itu juga melakukan perusakan terhadap kendaraan dan fasilitas lainnya.

Dalam rekaman video yang beredar, para pelaku datang secara bergerombol menggunakan beberapa sepeda motor. Mereka kemudian berhenti di kawasan Pasar Pola arah Melong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, 3 November 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.

Di situ, para pelaku kemudian melempari pengendara yang melintas dengan batu. Tak berhenti disitu, bentrokan kemudian meluas sampai terjadi penyerangan menggunakan bambu berukuran panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buntut keributan itu, warga setempat yang geram akhirnya turun tangan membubarkan para pelaku. Kepolisian langsung turun tangan, tak butuh waktu lama belasan pelaku langsung diamankan.

"Terkait penyerangan dan perusakan yang viral di media sosial memang betul. Kami mengamankan 17 pelaku, semua masih di bawah umur bahkan 1 orang masih di bawah 13 tahun," kata Kapolres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi saat ditemui, Rabu (7/10/2026).

ADVERTISEMENT

Faruk mengatakan para pelaku tergabung ke dalam kelompok motor Lapendos alias Lelaki Penuh Dosa. Kelompok motor itu beberapa kali terlibat aksi penyerangan dan bentrokan dengan kelompok motor lainnya.

"Ya mereka ini tergabung ke dalam kelompok motor L itu tadi. Saat ini mereka sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan," kata Faruk.

Faruk mengatakan belum bisa memastikan motif di balik penyerangan dan perusakan tersebut. Namun kejadian itu diawali dengan aksi berkendara secara bergerombol kemudian menyerang pengendara lainnya.

"Intinya mereka mengawali aksi itu dengan berkendara bersama, bergerombol. Lalu di lokasi kejadian melakukan aksi seperti yang terekam dalam CCTV dan video yang viral di media sosial," kata Faruk.

Pihaknya mendalami juga kemungkinan adanya terduga pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut. Sementara saat beraksi, belum diketahui apakah para pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras atau tidak.

"Terkait itu (mabuk) masih kita dalami, intinya kita kembangkan terkait kemungkinan adanya pelaku lain," kata Faruk.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads