PKK Bogor Ajak Kader Jangkau Anak yang Belum Pernah Diimunisasi

PKK Bogor Ajak Kader Jangkau Anak yang Belum Pernah Diimunisasi

Andry Haryanto - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 20:00 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto (Foto: istimewa)
Bogor -

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto mengajak kader menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk yang belum pernah diimunisasi atau zero dose. Ajakan itu menjadi bagian dari penguatan gerakan pencegahan stunting yang dimulai dari keluarga.

Eva menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Gerakan Cegah Stunting di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah, Cibinong, Rabu (7/10/2026). Ia meminta keterlibatan jajaran PKK dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan, bersama kader Posyandu serta Dasawisma.

Langkah tersebut bertepatan dengan Bulan Imunisasi Kejar Nasional pada 1-31 Oktober 2026. Dalam siaran pers, kegiatan itu mengusung tema Imunisasi Tepat Usia: Kejar Sebelum 1 Tahun, Tuntas Sebelum 2 Tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eva, jaringan PKK dapat membantu memperluas jangkauan edukasi sekaligus mengajak keluarga memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di lingkungan mereka.

ADVERTISEMENT

"PKK memiliki jaringan dan potensi besar untuk memperluas edukasi kesehatan, meningkatkan kesadaran gizi keluarga, serta mendorong pemanfaatan Posyandu sebagai pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Ia menekankan pencegahan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh. Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sejak kehamilan harus berjalan bersama pemenuhan gizi seimbang, pengasuhan yang tepat, serta imunisasi sesuai usia.

Peran tersebut dijalankan melalui 10 Program Pokok PKK, khususnya Pokja 4 yang membidangi kesehatan dan kelestarian lingkungan. Kader diharapkan ikut menggerakkan keluarga untuk memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Edukasi juga perlu menjangkau remaja sebelum memasuki pernikahan. Eva menyoroti pentingnya kesiapan fisik, mental, dan kesehatan reproduksi agar calon keluarga memiliki pengetahuan memadai tentang kesehatan serta gizi.

Dinas Kesehatan mencatat angka stunting Kabupaten Bogor pada Agustus 2026 sebesar 2,37 persen atau 8.374 kasus. Eva mengapresiasi capaian itu, tetapi mengingatkan bahwa anak-anak yang masih membutuhkan intervensi harus tetap mendapat perhatian.

"Dengan sinergi semua pihak, kita dapat membangun gerakan yang lebih kuat dan memberikan dampak nyata bagi kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor," kata Eva.

Gerakan bersama tersebut melibatkan Dinkes, TP PKK, DWP, IKAT, kader Posyandu, keluarga, serta masyarakat.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads