Upaya pencarian terhadap Doa Khoirul Ikhsan (16), pelajar yang hilang terseret ombak di Pantai Istiqomah, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari kelima, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (7/10/2026) pagi.
Jasad remaja asal Kecamatan Nagrak itu pertama kali ditemukan oleh rombongan nelayan pemancing dari perahu DF Fishing di perairan Cibistek, Palabuhanratu, tepatnya di area perairan lepas yang sejajar dengan kawasan PLTU Palabuhanratu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto, membenarkan informasi penemuan jasad korban laka laut tersebut. Saat ini, tim SAR gabungan tengah bergerak ke titik lokasi untuk melakukan evakuasi.
"Benar, ini sedang penjemputan," ujar Suryo saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Salah seorang pemancing yang pertama kali melihat jasad korban, Dede, menuturkan jenazah Doa terlihat mengapung sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, perahu pancing yang ditumpanginya tengah melintas di perairan Cibistek bagian tengah.
"Ketemu mayatnya itu sekitar jam enam pagi (jam genepan), oleh perahu DF Fishing. Posisinya di Cibistek tengah, lurusannya lurus ke arah PLTU. Kondisi arusnya memutar dan jenazahnya sudah mulai hanyut terbawa makin ke tengah laut," ungkap Dede.
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Pos SAR dan Satpolairud Polres Sukabumi agar segera dilakukan penjemputan menggunakan armada perahu penyelamat.
Sebelumnya, Doa dinyatakan hilang setelah tergulung ombak besar saat berenang bersama rekannya di Pantai Istiqomah pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Satu rekannya, Hafidz Mubarok (17), berhasil diselamatkan oleh kru Balawista, sementara Doa hanyut terseret arus ke tengah samudra.
Selama lima hari operasi pencarian, tim gabungan sempat menghadapi kendala cuaca ekstrem berupa tiupan angin kencang hingga 30 knot dan tingginya dinding gelombang laut selatan yang mencapai 4 meter. Tim juga telah membagi empat Search and Rescue Unit (SRU) hingga mengerahkan drone udara untuk memperluas radius penyisiran.
Rencananya, setelah proses evakuasi dari laut selesai dilakukan, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
(sya/sud)
