Pengamat Dorong LUTD Bukan Hanya Sambungan Listrik Tapi Pemberdayaan Ekonomi

Pengamat Dorong LUTD Bukan Hanya Sambungan Listrik Tapi Pemberdayaan Ekonomi

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 08:29 WIB
PLN Rayon Jepara Distribusi Jawa Tengah & DIY melakukan penggantian kWh meter tua dan penyambungan listrik gratis untuk keluarga tidak mampu di Jepara.
Foto: Pool
Bandung -

Program Light Up The Dream (LUTD) dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada penambahan sambungan listrik bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan dilanjutkan dengan pemberdayaan agar akses listrik benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan perekonomian penerima manfaat.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata mengatakan kehadiran listrik seharusnya menjadi tahap awal untuk membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat.

"Stabilitas listrik adalah sebuah output, pintu awal untuk mendorong initial outcome dan ultimate outcome," kata Bonti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, listrik memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, manfaat program seperti LUTD perlu dilihat lebih jauh daripada sekadar bertambahnya jumlah rumah yang mendapatkan sambungan listrik.

LUTD Dinilai Perlu Dibarengi Program Lanjutan

ADVERTISEMENT

Bonti menilai akses listrik perlu diikuti dengan pembangunan ekosistem yang dapat membantu masyarakat memanfaatkan energi listrik secara produktif.

"Ketika listrik hadir di suatu daerah, harus ada program lanjutan untuk membangun ekosistem yang integratif," ujarnya.

Ekosistem tersebut dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat. Misalnya, pemanfaatan listrik untuk kegiatan belajar, penyimpanan bahan makanan, penggunaan perangkat digital hingga pengembangan usaha dari rumah.

Dengan demikian, keberhasilan LUTD tidak hanya diukur dari berapa banyak keluarga yang mendapatkan sambungan listrik. Dampak setelah listrik tersedia juga perlu menjadi perhatian.

Dari Listrik Masuk Menjadi Listrik Menghasilkan

Menurut Bonti, orientasi program dapat diperluas dari sekadar menghadirkan listrik menjadi bagaimana listrik tersebut mampu menghasilkan manfaat ekonomi bagi keluarga penerima.

Indikator keberhasilan dapat dilihat dari meningkatnya produktivitas, pendapatan, serta kemandirian keluarga.

Untuk mencapai tujuan tersebut, akses listrik dapat dihubungkan dengan program pemberdayaan masyarakat, seperti penguatan UMKM, penyediaan alat produksi, akses pembiayaan, pelatihan, digitalisasi hingga akses pasar.

Pendekatan semacam ini membuat listrik tidak berhenti sebagai fasilitas untuk penerangan, tetapi menjadi infrastruktur yang mendukung masyarakat meningkatkan kapasitas ekonomi.

Listrik dan Internet Bisa Buka Peluang Ekonomi

Bonti juga menilai pemanfaatan listrik perlu berjalan beriringan dengan akses internet dan teknologi digital.

Ketersediaan listrik memungkinkan masyarakat menggunakan perangkat digital untuk memperoleh informasi, mengakses layanan keuangan, memasarkan produk, hingga membuka peluang usaha baru.

Namun, akses teknologi perlu disertai literasi digital. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi untuk konsumsi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif.

Penguatan ekosistem tersebut dinilai penting agar manfaat program kelistrikan dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Dalam konteks Jawa Barat, Bonti menilai program LUTD dapat menjadi pintu masuk untuk menghubungkan akses listrik dengan potensi ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah.

Pemerintah daerah dapat dilibatkan karena memiliki pengetahuan mengenai kebutuhan, karakteristik, serta potensi ekonomi masyarakat di wilayahnya.

Kolaborasi dapat diarahkan pada pemberian pelatihan, penyediaan fasilitas produksi, pemanfaatan teknologi serta penguatan UMKM. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat setelah mendapatkan akses listrik dapat ditindaklanjuti secara lebih tepat.

Gagasan tersebut sejalan dengan arah pemberdayaan ekonomi PLN yang tidak hanya menekankan akses energi, tetapi juga dukungan terhadap UMKM, kewirausahaan, keterampilan dan perangkat yang dibutuhkan masyarakat untuk berkembang.

Pada April 2026, PLN juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk memperkuat pemanfaatan listrik bagi peningkatan perekonomian dan produktivitas desa. Kerja sama tersebut mencakup pemetaan kebutuhan energi, pemanfaatan listrik untuk kegiatan ekonomi produktif, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM hingga pengembangan energi berbasis potensi lokal.

LUTD Bukan Sekadar Sambungan Listrik

Program LUTD sendiri merupakan inisiatif PLN yang memberikan bantuan penyambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut berasal dari donasi pegawai PLN dan ditujukan untuk membantu masyarakat menikmati listrik secara mandiri.

Pada penyalaan serentak LUTD dalam rangka Hari Listrik Nasional 2024, PLN mencatat sebanyak 1.435 keluarga prasejahtera di Jawa Barat memperoleh sambungan listrik melalui program tersebut. Secara nasional, program LUTD telah menjangkau puluhan ribu keluarga sejak diluncurkan pada 2020.

Karena itu, menurut Bonti, tantangan berikutnya bukan hanya memperluas akses listrik, tetapi memastikan listrik yang sudah tersedia mampu memberikan dampak lanjutan bagi kehidupan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, LUTD diharapkan tidak berhenti pada konsep "listrik masuk", melainkan berkembang menjadi "listrik menghasilkan" yang ikut mendorong produktivitas, pendapatan, kemandirian keluarga dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads