31 Kasus Influenza A Terdeteksi di Bandung Barat, Warga Diminta Tidak Panik

31 Kasus Influenza A Terdeteksi di Bandung Barat, Warga Diminta Tidak Panik

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 06 Okt 2026 16:00 WIB
Stethoscope and paper with the word influenza A. viruses predominant among the viruses detected globally. a virus in the Orthomyxovirida virus family and the only virus species in the Alphainfluenzavirus genus.
Ilustrasi influenza A (Foto: Getty Images/Fauzi Muda)
Bandung -

Kasus Influenza A yang sedang merebak di tanah air juga terdeteksi ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, ada 31 kasus positif Influenza A.

Influenza A merupakan virus yang menginfeksi saluran pernapasan dan dapat menular melalui paparan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui tangan atau benda yang terkontaminasi. Virus ini dapat bermutasi dan menyebabkan penyakit dengan gejala ringan hingga berat.

"Laporan yang kita terima sampai akhir September 2026 ini, kasus Influenza A yang terdeteksi di kita itu ada 31 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Lia Nurliana Sukandar saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus Influenza A di Bandung Barat terdeteksi lewat hasil usap di Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK) Padalarang. Influenza A memang lebih menular ketimbang flu biasa, namun masyarakat diminta tidak panik.

ADVERTISEMENT

Gejala yang muncul pada pasien Influenza A antara lain demam atau meriang, batuk, pilek, atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan kepal, nyeri otot atau badan pegal, lemas atau mudah lelah, hingga mual, muntah, atau diare.

"Penularannya itu biasanya lewat droplet dari batuk atau bersin, kontak langsung dengan tangan yang terkonfirmasi positif dan permukaan benda yang terkontaminasi virus," kata Lia.

Lia menyebut seluruh fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas lalu rumah sakit sudah siap melayani pasien dan tidak membedakan pelayanan umum maupun BPJS Kesehatan.

"Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala tidak membaik dalam 2 sampai 3 hari atau semakin berat terutama pada bayi, lansia, ibu hamil dan penderita penyakit kronis," ujar Lia.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads