Aktivitas pembangunan fasilitas pusat data (data center) AI yang berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta berlangsung sepi usai dihentikan sementara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Berdasarkan pantauan detikJabar di lokasi pada Sabtu (3/10/2026), gerbang masuk kawasan proyek tampak tertutup rapat tanpa adanya aktivitas pekerja konstruksi maupun lalu-lalang kendaraan proyek.
Hanya tampak petugas satuan pengamanan (satpam) yang berjaga di balik pintu gerbang utama untuk memantau situasi. Sementara itu, sejumlah alat berat seperti ekskavator, crane dan kendaraan pendukung lainnya terparkir diam di dalam area lokasi tanpa beroperasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghentian ini dilakukan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara, pihak perusahaan harus melengkapi persyaratan seperti AMDAL yang harus ditempuh.
Di sisi lain, penghentian aktivitas ini memunculkan beragam tanggapan dari warga sekitar. Sebagian besar warga mengaku tidak mengetahui secara pasti profil maupun bentuk operasional data center AI tersebut nantinya.
Penampakan proyek data center AI di Jatiluhur, Purwakarta, Sabtu (3/10/2026) Foto: Dian Firmansyah/detikJabar |
Ketidaktahuan ini juga membuat warga resah karena mereka tidak memahami potensi dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan oleh proyek berskala besar senilai Rp 3,5 triliun tersebut terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.
Meski demikian, warga sekitar mengaku telah merasakan dampak nyata dari proyek ini, terutama terkait masalah lingkungan. Selama proyek berjalan, keluhan utama yang dirasakan warga adalah timbulnya polusi debu akibat hilir mudik kendaraan truk operasional yang keluar-masuk membawa material bangunan.
"Kami tidak tahu persis data center itu nantinya beroperasi seperti apa, dampaknya bagi warga juga tidak mengerti. Yang jelas kami rasakan sekarang ya debu dari truk-truk proyek yang lalu-lalang setiap hari," ujar Yuni salah satu warga yang rumahnya hanya berjarak 200 meter dari lokasi pembangunan, Sabtu (3/102/2026).
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak manajemen pengembang data center AI ini serta instansi pemerintah daerah terkait untuk mengetahui status perizinan serta langkah mitigasi dampak lingkungan yang akan diambil bagi warga sekitar.
(yum/yum)

