Tikus tidak selalu datang ke rumah secara kebetulan. Ada kondisi tertentu yang membuat hewan pengerat ini merasa lingkungan rumah cukup aman untuk mencari makanan sekaligus tempat berlindung.
Tanpa disadari, aktivitas sehari-hari penghuni rumah justru bisa menyediakan dua hal yang dicari tikus tersebut. Makanan yang dibiarkan terbuka hingga sudut rumah yang jarang dibersihkan dapat menjadi daya tarik bagi tikus.
Masalahnya, keberadaan tikus bukan hanya mengganggu kenyamanan. Hewan ini dapat meninggalkan kotoran dan urine di berbagai tempat, termasuk area yang berdekatan dengan makanan atau peralatan rumah tangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, kebiasaan kecil di rumah perlu diperhatikan. Dilansir detikProperti yang mengutip Times of India, ada sejumlah kebiasaan pemilik rumah yang dapat membuat tikus tertarik datang.
1. Makanan Dibiarkan Terbuka
Sisa makanan yang belum disimpan dengan baik bisa menjadi undangan bagi tikus untuk datang. Aroma makanan dapat menarik perhatian hewan pengerat, terlebih jika makanan tersebut diletakkan di meja makan atau area dapur.
Kebiasaan meninggalkan makanan terlalu lama juga membuat rumah memiliki sumber makanan yang mudah dijangkau. Tak jarang, makanan yang semula masih hendak dikonsumsi justru sudah digerogoti tikus.
Sebaiknya makanan yang belum dikonsumsi disimpan dalam wadah tertutup. Sementara makanan yang sudah tidak akan dimakan lagi perlu segera dibuang agar tidak menjadi sumber makanan bagi tikus.
2. Sampah Dapur Dibiarkan Menumpuk
Tempat sampah di dapur menjadi salah satu area yang berpotensi menarik tikus. Terlebih jika di dalamnya terdapat sisa makanan atau bahan makanan yang aromanya masih kuat.
Tikus bahkan dapat merobek kantong plastik untuk mendapatkan sisa makanan. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, rumah bukan hanya berisiko didatangi tikus, tetapi juga bisa dipenuhi bau tidak sedap.
Karena itu, sampah dapur sebaiknya tidak menunggu sampai menumpuk. Buang sisa makanan secara rutin dan gunakan tempat sampah yang tertutup untuk mengurangi kemungkinan tikus mengaksesnya.
3. Sudut Gelap dan Penuh Barang Menjadi Tempat Aman
Bagi tikus, tempat yang jarang disentuh manusia bisa menjadi lokasi yang nyaman untuk bersembunyi. Ruangan yang gelap, kotor, dan dipenuhi barang juga dapat memberikan banyak celah untuk membuat sarang.
Beberapa area yang perlu diperhatikan antara lain bagian belakang lemari, garasi, gudang, loteng, hingga ruangan yang dipenuhi barang bekas.
Semakin banyak barang menumpuk, semakin banyak pula tempat yang bisa digunakan tikus untuk bersembunyi. Kondisi tersebut juga membuat keberadaan sarang lebih sulit diketahui sejak awal.
Membersihkan ruangan secara berkala dan mengurangi barang yang sudah tidak digunakan dapat membantu membuat rumah tidak terlalu nyaman bagi tikus. Jika menemukan sarang, bersihkan dengan hati-hati menggunakan sarung tangan dan sabun.
4. Lubang Kecil di Rumah Dibiarkan Terbuka
Rumah yang bersih belum tentu terbebas dari tikus jika masih terdapat akses masuk yang terbuka. Celah pada dinding, pintu, jendela, maupun bagian atap dapat menjadi jalan bagi tikus untuk masuk.
Ukuran tubuh tikus yang relatif kecil membuat hewan tersebut dapat memanfaatkan celah yang mungkin luput dari perhatian penghuni rumah. Pintu dan jendela yang sering dibiarkan terbuka juga bisa menjadi akses masuk, terutama ketika rumah mulai sepi pada malam hari.
Karena itu, selain menjaga kebersihan, periksa pula bagian rumah yang berpotensi menjadi jalur masuk tikus. Segera tutup lubang atau celah yang ditemukan agar tikus tidak mudah masuk dan mencari tempat persembunyian di dalam rumah.
Artikel ini telah tayang di detikProperti.
(iqk/iqk)
