Hidayatullah punya persiapan tambahan setiap kali mengetahui ada agenda nonton bareng di kawasan Pakansari. Pedagang lumpia basah itu membawa lebih banyak bahan dan stok dagangan. Baginya, warga yang datang menyaksikan sepak bola membuka peluang bertambahnya pembeli.
"Kalau ada nobar, penjualan bisa dua kali lipat kalau cuacanya cerah. Kalau tidak hujan, pasti lebih ramai lagi. Kalau ada nobar, saya bawa lebih banyak barang dagangan dan stok juga lebih banyak," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keramaian itulah yang mempertemukan kebutuhan warga akan hiburan dengan usaha para pedagang mencari penghasilan. Pengalaman tersebut kembali dirasakan saat Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Diskominfo memfasilitasi nobar pertandingan Indonesia melawan Bangladesh, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Bogor, area VIP Gelora Pakansari, dan sisi utara Gelora Pakansari. Warga datang bersama keluarga maupun rekan untuk menikmati pertandingan dalam suasana yang berbeda dibandingkan menonton di rumah.
Bagi Ismail, kesempatan berkumpul menjadi alasan untuk ikut nobar. Ia merasa menonton bersama orang lain membantu mengusir kejenuhan.
"Bagus, alhamdulillah, keren. Bisa menghilangkan penat di rumah. Yang biasanya harus nonton sendirian, sekarang jadi bisa nonton ramai-ramai. Jadi gembira, hilang rasa penat di rumah," ujar Ismail.
Tiyo Dwi Mahardika datang dari Citeureup bersama keluarganya. Selain menikmati pertandingan, ia ingin mengajak anaknya merasakan keseruan menonton bersama.
"Kalau biasanya di rumah nonton sendiri, kadang bosan. Kalau di sini bisa ramai-ramai, jadi lebih seru. Saya juga bisa mengajak anak supaya anak senang," tuturnya.
Bertambahnya pengunjung turut dirasakan Ali, pedagang kacang rebus. Meski hujan sempat menjadi kendala, ia menyebut penjualannya meningkat dibandingkan hari tanpa kegiatan.
"Alhamdulillah, dengan adanya nobar di alun-alun ini, bagi pedagang UMKM sangat berdampak positif. Walaupun memang ada kendala hujan, alhamdulillah tetap berkah dan ada peningkatan penjualan," ungkap Ali.
Menurutnya, pada hari biasa kawasan tersebut lebih banyak didatangi warga sekitar untuk nongkrong. Nobar menghadirkan tambahan pengunjung yang ikut menggerakkan perdagangan.
Hidayatullah merasakan hal serupa. Ia berharap kegiatan yang mendatangkan keramaian terus digelar, termasuk hiburan lain yang dapat menarik masyarakat.
"Bagus sih, positif memang. Karena kalau ada acara seperti ini jadi ramai, jualan juga ikut ramai. Beda kalau tidak ada nobar, paling biasa saja," katanya.
(orb/orb)
