Sudah sebulan lebih, Badin alias Ubad (65) tinggal di bekas kandang kambing. Pasalnya, rumah panggung di Kampung Legokjaya, Desa Sukajaya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, sudah tak layak huni dan nyaris ambruk.
Kakek Ubad awalnya tinggal di Kampung Legokjaya sejak 5 tahun lalu. Namun, usai sang istri meninggal beberapa tahun lalu, Ubad memilih mendirikan rumah panggung di lahan miliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebulan terakhir, rumah panggung berukuran 4x3 meter itu nyaris ambruk. Pondasi bangunannya tampak sudah miring lantaran tanah di bawah rumahnya amblas.
"Sebulan kemarin mulai miringnya. Tanah di bawahnya amblas," ujar Ubad saat ditemui di rumahnya, Rabu (30/9/2026).
Tak hanya itu, genting rumahnya pun sudah mulai rusak. Ketika hujan deras, Ubad kerap kali basah kuyup karena air yang masuk melalui celah genting.
"Kalau hujan bocor, gentingnya sudah rusak," kata dia.
Kondisi itu membuat Ubad terpaksa tidur di bekas kandang kambing yang tepat berada di samping rumahnya. Beberapa batang kayu bekas pun dipasangkan sebagai dinding.
Namun, banyaknya celah pada dinding sementara itu membuat dinginnya angin malam begitu menusuk tubuh Ubad yang sudah renta.
"Kalau siang panas, kalau malam terasa dingin. Makanya pakai sarung untuk selimut agar tidak kedinginan," kata dia.
Ubad yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan membuatnya tak memiliki uang untuk memperbaiki rumahnya.
A Badrudin, Ketua RT Kampung Legokjaya, mengatakan kondisi Ubad yang sudah renta membuat tak banyak warga yang menggunakan jasanya untuk membajak sawah atau keperluan lainnya.
"Biasanya sehari-hari berkebun atau jadi buruh tani. Tapi karena sudah tua, dan tenaganya sudah tidak kuat lagi, makanya lebih banyak diam di rumah, tidak punya penghasilan apalagi untuk perbaiki rumahnya," kata dia.
Bahkan, di tengah kondisi tersebut, Ubad juga harus kehilangan dua ekor kambing yang dipeliharanya.
"Sebelumnya sempat ternak kambing. Tapi ada yang curi. Padahal kalau ada, bisa jadi penghasilan lebih untuk perbaiki rumah. Memang tega yang mencuri, padahal kondisi ekonomi kakek Ubad sangat memprihatinkan," kata dia.
Menurut dia, kandang yang kini Ubad tempati merupakan bekas kandang kambingnya yang hilang.
"Karena kambingnya hilang, ditambah rumahnya tak layak huni, makanya sekarang tidur di bekas kandang kambingnya," kata dia.
Dia mengatakan, untuk sehari-hari Ubad mengandalkan pemberian tetangga. Sedangkan untuk rumahnya, dia mengaku sudah mengusulkan bantuan ke pemerintah.
"Sudah kami usulkan untuk dapat bantuan. Tapi belum ada kabar lagi. Kami harap ada dermawan yang membantu kakek Ubad agar bisa hidup layak di masa tuanya," pungkasnya.
(sud/sud)
