Kekhawatiran warga terkait merebaknya pembahasan mengenai Influenza A mulai muncul di Kabupaten Ciamis. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ciamis memastikan hingga saat ini belum menemukan kasus Influenza A di wilayah Tatar Galuh.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis Edis Herdis mengatakan, berdasarkan data dan pemantauan di fasilitas pelayanan kesehatan, belum ada pasien yang terdeteksi mengalami Influenza A.
"Secara data, untuk Influenza A belum ada di Kabupaten Ciamis. Kami cek ke rumah sakit maupun puskesmas, belum ditemukan kasus Influenza A," ujar Edis saat ditemui di kantornya, Senin (28/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Edis, keluhan masyarakat terkait penyakit flu yang belakangan cukup banyak lebih berkaitan dengan kondisi cuaca. Influenza biasa sendiri masih menjadi salah satu penyakit yang banyak ditangani di fasilitas kesehatan. Total influenza di Ciamis sebanyak 1.379 kasus.
"Yang banyak ditemukan itu influenza biasa. Penyakit itu masuk dalam 15 besar keluhan yang sering ditangani di fasilitas kesehatan maupun puskesmas," katanya.
Meski belum ditemukan kasus Influenza A, Edis meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Menurutnya, menjaga daya tahan tubuh menjadi salah satu hal penting untuk menghadapi berbagai jenis infeksi virus.
"Flu biasa dengan Influenza A sama-sama disebabkan oleh virus dan bisa menular. Yang paling penting adalah menjaga daya tahan tubuh tetap kuat," ucapnya.
Edis menjelaskan, gejala Influenza A pada dasarnya memiliki kemiripan dengan flu biasa. Namun, pada Influenza A gejalanya dapat terasa lebih berat.
"Gejalanya mirip dengan flu biasa, tetapi biasanya lebih berat. Misalnya demam bisa di atas 38 derajat Celsius, kemudian nyeri sendi, pegal-pegal, batuk yang lebih berat dan badan terasa lebih sakit," jelasnya.
Penularan virus influenza dapat terjadi melalui droplet atau percikan dari orang yang terinfeksi. Karena itu, Edis mengingatkan masyarakat untuk kembali memperhatikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Penularannya melalui droplet atau percikan. Jadi pola hidup bersih dan sehat harus diperhatikan, termasuk menggunakan masker dan rajin mencuci tangan," katanya.
Selain menjaga kebersihan, kondisi fisik dan psikologis juga dinilai penting. Edis mengimbau masyarakat cukup waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga. Menurutnya, masyarakat juga perlu menghindari kondisi yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, termasuk tekanan psikologis.
"Jaga daya tahan tubuh, istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi dan olahraga secara teratur. Dari sisi psikologis juga jangan terlalu tegang, stres atau merasa tertekan, karena kondisi tersebut juga perlu diperhatikan," tuturnya.
Dinkes Ciamis sendiri telah meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya tindak lanjut dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Imbauan terkait kewaspadaan Influenza A telah diteruskan kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Ciamis.
"Kami sudah menerima tindak lanjut dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Surat imbauan juga sudah kami sampaikan kepada seluruh puskesmas di Ciamis untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Edis.
Ia mengatakan, edukasi kepada masyarakat juga terus ditekankan, terutama mengenai PHBS dan penggunaan masker. Perhatian lebih diberikan kepada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, seperti lanjut usia dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
"Kami terus melakukan penyuluhan dan edukasi. PHBS serta penggunaan masker harus betul-betul diperhatikan, terutama oleh masyarakat yang berisiko tinggi seperti lansia dan mereka yang memiliki komorbid," ujarnya.
Edis menilai kewaspadaan tetap diperlukan ketika muncul influenza A. Namun, ia meminta masyarakat tidak menyikapinya dengan kepanikan.
"Tentu kita harus lebih waspada. Yang penting masyarakat tahu, memahami cara pencegahannya dan menjaga daya tahan tubuh," katanya.
Ia kembali mengingatkan masyarakat Ciamis untuk tetap tenang sembari menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari. "Masyarakat jangan panik. Tetap jaga daya tahan tubuh dan terapkan pola hidup sehat. Itu yang paling penting," pungkasnya.
(yum/yum)
