Daftar Jalan di Kota Bandung yang Pakai Nama Pahlawan, Pernah Lewat?

Zaenab Nurhabibah - detikJabar
Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB
Suasana Jalan Ir H Juanda (Dago) Bandung (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Kalau detikers sering berkendara di Kota Bandung, mungkin sudah tidak asing dengan nama-nama jalan yang terpampang di berbagai sudut kota dan menjadi penunjuk lokasi.

Namun, tahukah detikers bahwa sejumlah nama jalan di Bandung diambil dari nama tokoh yang memiliki jasa dalam sejarah Indonesia.

Lalu, ada jalan apa saja di Bandung yang menggunakan nama tokoh pahlawan? Berikut daftarnya.

1. Jalan Dewi Sartika

Ruas Jalan Dewi Sartika berada di kawasan Balonggede, Kecamatan Regol, dan dikenal sebagai salah satu jalan yang menghubungkan kawasan pusat perdagangan dengan area Alun-alun Bandung.

Nama jalan tersebut diambil dari Raden Dewi Sartika, tokoh perempuan asal Jawa Barat yang mendirikan Sakola Istri di Bandung pada 1904 dan berkembang menjadi Sakola Kautamaan Istri.

Atas perjuangannya dalam bidang pendidikan, Dewi Sartika dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

2. Jalan Jenderal Ahmad Yani

Jalan Jenderal Ahmad Yani merupakan salah satu ruas jalan yang cukup panjang dan ramai di Bandung, melewati sejumlah kawasan termasuk Kacapiring dan Kebonwaru di Kecamatan Batununggal.

Nama jalan ini diambil dari Jenderal Ahmad Yani, salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965, kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.

Namanya juga digunakan sebagai nama berbagai jalan dan fasilitas di sejumlah daerah Indonesia, termasuk Bandung.

PKL Cicadas Bandung Foto: Tri Ispranoto

3. Jalan Imam Bonjol

Jalan Imam Bonjol berada di kawasan Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, tidak jauh dari kawasan pendidikan dan sejumlah fasilitas publik di bagian utara pusat kota.

Nama jalan tersebut mengabadikan Tuanku Imam Bonjol, salah satu pemimpin utama dalam Perang Padri di Sumatra Barat.

Imam Bonjol memimpin perlawanan terhadap Belanda di wilayah Sumatra Barat hingga akhirnya ditangkap dan diasingkan, ia kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

4. Jalan Ir. H. Juanda

Nama Jalan Ir. H. Juanda tentu sudah sangat familiar bagi warga Bandung. Jalan ini membentang di kawasan utara kota dan dikenal pula dengan nama Jalan Dago, salah satu ruasnya berada di Kecamatan Coblong.

Nama tersebut diambil dari Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, tokoh yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dan dikenal melalui Deklarasi Djuanda pada 1957 yang menjadi salah satu tonggak penting dalam penegasan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan.

Kini, Jalan Ir. H. Juanda menjadi salah satu ruas jalan yang ramai dengan aktivitas perdagangan, kuliner, pendidikan, dan pariwisata. Tidak sedikit wisatawan yang mengenalnya lebih populer sebagai kawasan Dago.

5. Jalan Ir. Soekarno

Jalan Ir. Soekarno merupakan ruas yang relatif baru dan berada di kawasan pusat Kota Bandung, tepatnya di sekitar Gedung Merdeka dan Jalan Asia Afrika.

Nama tersebut diambil dari Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus salah satu tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kawasan Jalan Ir. Soekarno berada di area yang sarat sejarah karena berdekatan dengan Gedung Merdeka, lokasi Konferensi Asia Afrika 1955.

6. Jalan Otto Iskandar Dinata

Jalan Otto Iskandar Dinata atau Jalan Otista berada di kawasan pusat perdagangan Kota Bandung, salah satunya Pasar Baru di Kecamatan Andir.

Nama jalan ini diambil dari Otto Iskandar Dinata, tokoh pergerakan nasional asal Sunda yang aktif dalam Sarekat Islam dan turut terlibat dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Otto Iskandar Dinata juga dikenal dengan julukan "Si Jalak Harupat" karena keberaniannya dalam menyuarakan kepentingan rakyat, hingga kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

7. Jalan Jenderal Gatot Subroto

Jalan Jenderal Gatot Subroto berada di kawasan Bandung Timur dan melewati Kecamatan Batununggal, serta menjadi akses menuju sejumlah kawasan komersial dan hiburan, termasuk Trans Studio Bandung.

Nama jalan tersebut diambil dari Jenderal Gatot Subroto, tokoh militer yang dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam pembentukan kekuatan militer Indonesia pada masa awal kemerdekaan dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Kondisi lalin Jalan Gatsu Bandung Foto: Wisma Putra/detikJabar

8. Jalan Jenderal Sudirman

Jalan Jenderal Sudirman menjadi salah satu akses yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah Bandung Barat.

Namanya berasal dari Jenderal Besar Soedirman, Panglima Besar TNI yang dikenal karena perjuangannya mempertahankan kemerdekaan melalui strategi perang gerilya.

Namanya kemudian diabadikan menjadi nama jalan di berbagai kota, termasuk Bandung.

9. Jalan Mohammad Toha

Jalan Mohammad Toha melewati kawasan Regol hingga Bojongloa Kidul. Salah satu bagian jalannya berada di sekitar Cigereleng dan menjadi akses menuju kawasan Bandung Selatan.

Nama jalan ini diambil dari Mohammad Toha, salah satu pejuang yang namanya sangat erat dengan sejarah Bandung Lautan Api. Ia gugur dalam aksi penghancuran gudang amunisi di Dayeuhkolot pada 24 Maret 1946.

Kisahnya membuat nama Mohammad Toha memiliki tempat tersendiri dalam sejarah perjuangan masyarakat Bandung.

10. Jalan R.E. Martadinata

Jalan L.L.R.E. Martadinata merupakan nama resmi dari ruas yang lebih populer disebut Jalan Riau.

Jalan ini berada di kawasan Bandung Wetan dan membentang di salah satu kawasan komersial yang cukup terkenal di Bandung.

Nama tersebut diambil dari Laksamana Laut Raden Eddy Martadinata, salah satu tokoh penting dalam sejarah Angkatan Laut Republik Indonesia dan pernah menjabat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Laut. Atas jasanya, ia kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Jadi, sudahkah detikers melewati jalan-jalan tersebut?



Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "

(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork