Sumur Tua yang Jadi Akhir Pilu Lansia di Tasikmalaya

Round-Up

Sumur Tua yang Jadi Akhir Pilu Lansia di Tasikmalaya

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 01 Okt 2026 07:00 WIB
Evakuasi lansia di Tasikmalaya yang terperosok ke sumur.
Evakuasi lansia di Tasikmalaya yang terperosok ke sumur. (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

Malam itu, Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, diselimuti duka. Amin (63), seorang warga setempat, ditemukan tak bernyawa di dalam sumur tua sedalam hampir 20 meter yang terletak di kebun belakang rumahnya, Selasa (29/9/2026).

Kepergian Amin bermula dari rutinitas sore yang biasa ia lakukan. Namun, hingga petang, ia tak kunjung kembali ke rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi Pak Amin ini sempat keluar rumah sore, mau ke kebun tapi akhirnya nggak balik-balik. Jadi keluarga mutusin nyari sampai malam," ujar Udan, salah seorang warga setempat.

Keluarga yang diliputi kecemasan mulai menyisir area kebun. Kecurigaan mereka tertuju pada sumur tua yang berada di area tersebut. "Jadi memang keluarga sudah curiga dalam sumur. Sebab asalnya sumur tertutup ini dah buka. Laporan aja ke polisi," tambah Udan.

ADVERTISEMENT

Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Tasikmalaya, BPBD, Damkar, PMI, TNI, Polri, serta aparat desa segera meluncur ke lokasi. Namun, medan yang sulit membuat proses evakuasi tidak berjalan mulus.

"Kami dapat laporan dari warga, kejadian seorang warga masuk ke dalam sumur. Tim gabungan melakukan upaya evakuasi, namun terkendala," kata Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia, saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (30/9/2026).

Jembar menjelaskan, tim di lapangan menghadapi tantangan berlapis. Selain kedalaman sumur yang ekstrem dan sempit, petugas harus berhadapan dengan gas beracun serta ancaman ular berbisa yang bersarang di dalam sumur.

"Proses evakuasi melibatkan Basarnas Pos SAR Tasikmalaya, BPBD Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Damkar Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, PMI, Polri, TNI, serta aparat desa. Dalam sumur itu ada ular berbisa, jadi evakuasi dulu ular," jelas Jembar.

Petugas harus bekerja ekstra hati-hati. Ular tersebut berhasil diamankan sebelum evakuasi korban dilanjutkan. "Ular dinaikkan dengan dimasukkan karung, nggak besar tapi berbisa. Ular gibug (ular tanah) kalau bahasa Sunda mah," imbuh Jembar.

Kapolsek Salawu, AKP Dedi Darsono, memaparkan kronologi kejadian. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban pergi ke kebun untuk membersihkan dan membakar ranting pohon. Ketika hingga pukul 16.30 WIB korban belum kembali, sang istri, Uwar Warhamah, meminta bantuan adiknya, Aep, untuk mencari korban.

"Korban belum pulang hingga pukul 16.30 WIB. Istri korban Uwar Warhamah merasa khawatir kemudian menyuruh adiknya Aep untuk mencari korban ke kebun," ujar Dedi.

Di lokasi, saksi menemukan sapu lidi milik korban tergeletak di bibir sumur. Penutup sumur yang terbuat dari beton dan kerangka bambu dalam kondisi terbuka. Setelah mengecek dengan senter, warga sempat mencoba turun, namun terpaksa naik kembali karena sesak napas akibat gas beracun. Sekitar pukul 19.00 WIB, kepala korban akhirnya terlihat bersandar di dinding sumur.

Menjelang dini hari, evakuasi membuahkan hasil. "Personel Basarnas turun ke bawah sumur untuk evakuasi korban dan jelang dini hari korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal. Posisi korban saat ditemukan dalam keadaan duduk miring, kaki terendam lumpur, tertimpa beton penutup sumur," ungkap Dedi.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka sobek di bagian kepala dan lengan, serta memar pada paha. Namun, polisi memastikan tidak ada unsur tindak pidana. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat tindak pidana. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi," tegas Dedi.

Dedi menambahkan, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke ringan selama empat bulan terakhir. Kini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads