Waspada Gas Beracun di Gunung Papandayan Imbas Blue Fire

Kabar Nasional

Waspada Gas Beracun di Gunung Papandayan Imbas Blue Fire

Femi Diah - detikJabar
Senin, 28 Sep 2026 12:30 WIB
Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan
Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan (Foto: istimewa/dok BBKSDA Jabar)
Garut -

Fenomena api biru atau blue fire yang muncul di Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, memicu daya tarik bagi para pendaki. Meski menawarkan pemandangan langka, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperingatkan adanya ancaman gas vulkanik beracun yang tetap harus diwaspadai.

Pelepasan gas vulkanik di kawasan Kawah Manuk dilaporkan masih berlangsung hingga saat ini. Walaupun pendaran cahaya biru yang terlihat beberapa hari lalu sudah padam, kondisi di sekitar lokasi belum sepenuhnya aman bagi aktivitas manusia.

Aktivitas pendakian di Gunung yang berada di Kabupaten Garut ini memang tak ditutup, hanya dibatasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir detikTravel yang mengutip Antara, Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa fenomena ini mulai teramati pada 24 September 2026 dini hari. Titik api muncul pada manifestasi panas baru di kompleks Kawah Manuk. Berdasarkan pantauan tim tanggap darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), cahaya biru tersebut dipicu oleh pelepasan energi panas tinggi yang membakar material di permukaan kawah.

ADVERTISEMENT

Meski intensitas panas menurun, bau sulfur yang menyengat masih tercium tajam mengikuti arah embusan angin.

"Meskipun aktivitas termal menurun, kondisi gas di sekitar lokasi masih menunjukkan pelepasan gas vulkanik yang signifikan. Bau sulfur yang menyengat masih tercium pada arah angin dari lokasi manifestasi, sehingga keberadaan gas di sekitar lokasi masih berpotensi berdampak pada kesehatan apabila terpapar secara langsung," kata Lana dalam laporan evaluasi Badan Geologi, Senin (28/9/2026).

Kemunculan blue fire di Papandayan tergolong peristiwa langka yang sebelumnya hanya tercatat pada Februari 2023 dan Juli 2025. Fenomena serupa biasanya lebih dikenal identik dengan Gunung Ijen di Jawa Timur.

Persoalannya, titik munculnya api biru kali ini berada sangat dekat dengan jalur pendakian utama dan area perkemahan (camping ground). Hal ini menuntut kewaspadaan ekstra dari para wisatawan dan pengelola kawasan.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Papandayan masih bertahan di Level I (Normal). Kendati demikian, Badan Geologi merilis empat rekomendasi keselamatan bagi pengunjung dan pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan:

1. Dilarang keras beraktivitas atau menginap di dalam kawasan bukaan kawah aktif (Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk/Balagadama) dalam radius 500 meter, terutama saat cuaca mendung atau hujan.

2. Mewaspadai konsentrasi gas beracun yang dapat meningkat mendadak mengikuti arah angin.

3. Mewaspadai potensi letusan freatik tiba-tiba tanpa gejala vulkanik yang jelas.

4. Mewaspadai ancaman tanah longsor pada dinding kawah di sekitar kompleks kawah aktif.

Pendakian Dibatasi

Sebelumnya diberitakan, Fenomena api biru, atau blue fire terpantau di sejumlah titik kawah Gunung Papandayan, Garut. Akibatnya, aktivitas wisata maupun pendakian di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan dibatasi mulai hari ini.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Vitriana Yulalita menuturkan, untuk sementara waktu, dilakukan pembatasan kunjungan di TWA Papandayan.

"Untuk sementara waktu, dilakukan pembatasan pengunjung hingga ke Pos 4," ungkap Vitriana kepada wartawan, Jumat, (25/9/2026).

Sementara Aminta Kaban, Pengelola TWA Papandayan menuturkan, meskipun pendakian menuju puncak TWA Papandayan disetop untuk sementara waktu, namun masyarakat masih tetap bisa berwisata di area aman.

"Betul (dilakukan pembatasan). Tapi kalau untuk camping di area landscape, masih dibuka," ucap Amin kepada detikJabar.



(fem/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads