Rencana seorang pria di Denmark untuk mempercantik huniannya berubah menjadi peristiwa bersejarah yang mengguncang dunia arkeologi. Niat hati hanya ingin membangun teras di kebun rumah, ia justru membongkar rahasia besar dari zaman Viking yang telah terkubur selama lebih dari satu milenium.
Suara denting logam yang beradu dengan alat gali menjadi awal dari segalanya. Melansir detikEdu, setelah bekerja selama 30 menit, pria tersebut menyadari bahwa tanah di bawah calon terasnya menyimpan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar material bangunan.
"Setelah setengah jam menggali, alat gali saya membentur sesuatu yang menimbulkan bunyi aneh," ujar pria penemu timbunan tersebut dalam laman The Art Newspaper.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa penasaran membawanya untuk menanggalkan alat gali dan mulai meraba tanah dengan tangan kosong. Apa yang ia temukan kemudian bukanlah sampah besi seperti yang sempat ia duga sebelumnya.
"Awalnya, saya mengira itu besi tua atau kawat pagar dan beberapa pecahan tembikar, tetapi saat mulai menggali dengan tangan, tiba-tiba saya bisa mengeluarkan satu demi satu benda logam dari dalam tanah. Setelah bekerja dengan hati-hati selama beberapa saat, saya menyadari bahwa itu adalah perhiasan, koin, dan batangan perak," imbuhnya.
Laporan dari North Jutland Museums mengonfirmasi bahwa temuan ini bukanlah penemuan biasa. Di balik lapisan tanah tersebut, tersimpan sekitar 700 benda dan fragmen perak dari abad ke-10. Berat totalnya mencapai hampir 18,5 kilogram, sebuah angka yang fantastis untuk ukuran harta karun Viking.
Sebagai perbandingan, temuan ini tiga kali lebih berat daripada Terslev Hoard, yang selama ini memegang rekor sebagai timbunan perak Viking terbesar dengan berat 6,5 kilogram. Di dalam wadah tanah liat yang telah hancur itu, para arkeolog mengidentifikasi batangan perak, gelang, 47 koin utuh, hingga liontin kecil berbentuk palu Thor.
"Ini adalah timbunan perak Zaman Viking yang sangat penting," kata Torben Sarauw, arkeolog sekaligus kepala bidang warisan budaya di North Jutland Museum.
Bagi para peneliti, nilai temuan ini melampaui berat peraknya. Benda-benda tersebut merupakan artefak kunci untuk memahami bagaimana sistem ekonomi berjalan di masa lalu.
"Temuan ini memberikan wawasan langka mengenai ekonomi perak Zaman Viking, di mana perak tidak hanya berfungsi sebagai mata uang, tetapi juga sebagai logam mulia yang ditimbang untuk keperluan perdagangan, pembayaran, dan penyimpanan kekayaan," jelas Sarauw.
Kejutan tidak berhenti di situ. Salah satu batangan perak ditemukan memiliki ukiran aksara rune yang terbaca sebagai "hutu". Selain itu, keberadaan koin-koin beraksara Arab di dalam timbunan tersebut mempertegas betapa luasnya jejaring perdagangan Viking yang menjangkau hingga ke Timur Tengah.
Sarauw menjelaskan bahwa harta karun ini terkubur pada masa transisi yang krusial bagi bangsa Denmark.
"Harta karun ini berasal dari momen penting dalam sejarah Denmark. Benda-benda ini dikubur pada masa ketika Kerajaan Denmark sedang terbentuk dan agama Kristen mulai menyebar ke seluruh Skandinavia," ujarnya.
Menurutnya, temuan ini adalah potret nyata dari masyarakat yang tengah berada di persimpangan perubahan besar.
"Selain memberikan gambaran mengenai perdagangan dan kekayaan pada Zaman Viking, temuan ini juga menjadi bukti adanya masyarakat yang sedang mengalami perubahan politik dan keagamaan yang mendalam," tambah Sarauw.
Kini, setelah seluruh proses dokumentasi selesai, pihak museum berencana memboyong koleksi luar biasa ini ke Fyrkat. Lokasi tersebut merupakan museum sekaligus situs benteng melingkar zaman Viking yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO, tempat di mana publik nantinya bisa menyaksikan langsung sisa-sisa kejayaan yang sempat tersembunyi di bawah sebuah teras rumah.
Artikel ini sudah tayang di detikEdu
