Jabar Hari Ini: Anak Bunuh Ayah di Bogor

Jabar Hari Ini: Anak Bunuh Ayah di Bogor

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 25 Sep 2026 22:00 WIB
Conceptual shot of feet with a hospital information ring and tag representing death
Ilustrasi jenazah (Foto: Getty Images/nico_blue).
Bandung -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini, Jumat (25/9/2026). Beberapa di antaranya memantik perhatian pembaca detikJabar.

Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan Garut, SPBU di Indramayu terbakar hingga hanguskan dua kendaraan, hingga aksi keji anak bunuh ayah di Bogor.

Berikut ringkasan artikel yang dihimpun dalam Jabar hari ini:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan Garut, Ini Penjelasannya

Fenomena alam langka berupa pancaran cahaya biru atau blue fire terpantau muncul di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Badan Geologi melaporkan penampakan nyala biru ini tersebar di sejumlah titik di area gunung tersebut.

Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengamatan pada 23 September 2026, terlihat pendaran cahaya biru keunguan dengan sebaran yang cukup luas. Namun, intensitasnya mengalami perubahan pada hari berikutnya.

ADVERTISEMENT

"Pada 24 September, nyala yang terlihat lebih sedikit dan lebih terkonsentrasi, dengan warna biru keputihan," kata Rita dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Rita menyebutkan bahwa fenomena ini diinterpretasikan sebagai blue fire yang dipicu oleh proses pembakaran belerang di area solfatara.

Kejadian serupa sebelumnya juga pernah tercatat di Kawah Baru Papandayan.

"Sejak 2025, Badan Geologi mengamati bahwa bukaan Kawah Manuk cenderung menyempit, disertai berkurangnya asap yang tampak di permukaan. Ada kemungkinan perubahan ini mempengaruhi jalur keluarnya gas panas, sehingga gas keluar melalui rekahan atau bagian dinding kawah lainnya, termasuk di sekitar lokasi nyala yang kini teramati," ungkapnya.

Pihak Badan Geologi masih mendalami kaitan antara perubahan struktur bukaan kawah dengan kemunculan fenomena ini.

"Gas panas yang keluar di area yang mengandung belerang dapat menghasilkan nyala biru. Namun, hubungan antara penyempitan bukaan Kawah Manuk dan kemunculan nyala biru masih perlu dikaji, rekaman visual saja belum cukup untuk memastikannya," tambahnya.

Saat ini, tim dari Badan Geologi tengah berada di lapangan untuk melakukan verifikasi langsung guna menganalisis fenomena tersebut serta mengukur potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan. Meski demikian, status vulkanik gunung tersebut dipastikan masih aman.

"Pengamatan Badan Geologi hingga saat ini menunjukkan bahwa tingkat aktivitas Gunung Papandayan tetap Level I atau normal," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang mengeluarkan imbauan keselamatan bagi warga maupun wisatawan yang berada di sekitar lokasi.

"Masyarakat dan pengunjung diminta tidak beraktivitas atau menginap dalam radius 500 meter dari bukaan kawah aktif, tetap tenang, serta mengikuti informasi resmi Badan Geologi dan pemerintah daerah setempat," pungkasnya.

SPBU di Indramayu Terbakar, Dua Kendaraan Hangus

Kapolsek Sukagumiwang AKP Suripto mengatakan kebakaran bermula ketika satu unit kendaraan minibus sedang melakukan pengisian Pertalite.

"Pada saat sedang mengisi tangki BBM Pertalite ke kendaraan minibus, tiba-tiba terjadi kebakaran. Dalam hal ini kita masih dalam proses penyelidikan," kata Suripto.

Api kemudian merambat ke kendaraan tronton bernomor polisi N 8556 UQ yang berada di sebelahnya dan tengah mengisi BBM jenis Biosolar. Total terdapat dua kendaraan yang terbakar dalam kejadian tersebut, total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp500 juta.

Petugas pemadam kebakaran dari Damkar Jatibarang mengerahkan dua unit mobil pemadam. Api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit setelah petugas tiba di lokasi.

Suripto menyebut kebakaran tidak meluas ke area lain di SPBU. Namun, bagian atap SPBU dan satu pompa pengisian BBM turut terbakar.

"Tidak ada korban jiwa dan tidak sampai melebar, hanya di lingkup pada saat pengisian. Namun, karena di sampingnya ada kendaraan tronton memuat besi mengisi BBM jenis biosolar, sehingga ikut terbakar," ujarnya.

Sementara itu, anggota Damkar Indramayu Regu 3 Unit Jatibarang Yogie Arief mengatakan terdapat satu penumpang yang mengalami luka bakar pada bagian tangan. Korban telah mendapat penanganan darurat menggunakan obat-obatan yang tersedia di lokasi. Korban tersebut adalah pengemudi minibus.

"Tindakan dari pihak pom bensin sudah memakai APAR, CO2. Alat pemadam api yang ada di sini sudah digunakan, tapi api masih besar," kata Yogie.

Yogie mengatakan belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh petugas, tidak terjadi ledakan sebelum api muncul.

"Penyebabnya masih dugaan. Tadi saya tanya ada ledakan, tidak ada. Tidak ada ledakan. Cuma mungkin dari main HP di dalam atau apa, masih belum diketahui. Selanjutnya masih di pihak kepolisian," ujarnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.

Aksi Keji Anak Bunuh Ayah di Bogor

Tragedi berdarah mengguncang Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seorang pemuda berusia 19 tahun diduga terlibat dalam kematian ayah kandungnya sendiri, H (60), yang ditemukan tewas di dalam kamar mandi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026. Pihak keluarga sempat menaruh curiga atas kejanggalan kematian korban. Laporan resmi baru dilayangkan tiga hari setelah jasad korban dimakamkan, tepatnya pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan investigasi mendalam. Proses ekshumasi jenazah pun dilakukan pada Minggu, 20 September 2026, guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Hasil ekshumasi sementara menunjukkan adanya luka akibat benda tajam di dahi sebelah kiri. Selain itu, ditemukan pula perlukaan akibat benda tumpul pada bagian kepala sebelah kanan korban.

Temuan medis tersebut memperkuat kecurigaan polisi bahwa korban meninggal secara tidak wajar. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, serta hasil ekshumasi, penyidikan mengarah kepada anak kandung korban yang berusia 19 tahun sebagai terduga pelaku.

"Seorang anak berusia 19 tahun di Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tega membunuh ayah kandungnya sendiri. Korban berinisial H (60) tewas di tangan anaknya usai dicekik di dalam kamar mandi."

Istri Dokter di Cirebon Tewas dengan Luka Tusuk di Kamar

Rumah di Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendadak gempar pada Kamis (24/9) malam. Rumah yang biasanya tenang itu menjadi lokasi penemuan jenazah.

Di salah satu kamar rumah tersebut, Karningsih (66) ditemukan sudah tidak bernyawa.

Perempuan yang merupakan istri seorang dokter umum itu ditemukan tergeletak di atas tempat tidur dalam kondisi bersimbah darah. Sejumlah luka tusukan ditemukan pada beberapa bagian tubuhnya.

Hari itu, suami korban baru saja pulang ke rumah setelah selesai membuka praktik di kliniknya. Namun, kepulangannya berubah menjadi kepanikan ketika ia mendapati sang istri sudah dalam kondisi tak bernyawa di kamar tidur.

Ia kemudian meminta bantuan adik iparnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Laporan itu kemudian diteruskan kepada Polsek Babakan dan Satreskrim Polresta Cirebon.

Kabar mengenai kejadian tersebut dengan cepat menyebar di tengah warga. Rumah korban pun didatangi warga yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Perangkat Desa Babakan Gebang, Abi Fahmi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, warga sekitar berdatangan setelah mengetahui adanya kejadian yang menimpa Karningsih.

"Nggak lama setelah kejadian banyak warga yang ingin lihat tapi nggak lama juga petugas kepolisian datang ke lokasi," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja, mengatakan tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Garis polisi dipasang di sekitar lokasi. Petugas kemudian memeriksa bagian-bagian rumah serta mengumpulkan sejumlah bukti yang dinilai berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Keterangan sejumlah saksi juga dihimpun. Salah satunya berasal dari suami korban yang menjadi orang pertama menemukan Karningsih dalam kondisi meninggal dunia.

Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

"Kami masih melakukan proses penyelidikan, kami masih berupaya mengungkap secara utuh apa yang terjadi di dalam rumah tersebut," tegasnya saat dihubungi detikJabar, Jumat (25/9/2026).

Penyidik juga memeriksa kondisi rumah untuk mengetahui apakah terdapat barang milik korban yang hilang. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu bagian dari penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum Karningsih ditemukan meninggal.

"Kita akan melakukan olah TKP lanjutan untuk mengetahui soal kepastian dari kejadian ini," terangnya.

Truk Seruduk Rumah di Jalur Gentong Tasik, Kernet Terlempar ke Sungai

Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (25/9/2026).

Sebuah truk tronton menabrak rumah warga, persis di dekat jembatan Desa Cibahayu atau dikenal dengan sebutan Gentong Bawah.

Akibat musibah itu, tiga orang mengalami luka sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Ketiganya terdiri dari sopir, Angga Septian; kernet, Chepy Cahyadi; dan pemilik rumah, Ganda.

Kondisi tragis dialami oleh kernet truk tersebut. Akibat kerasnya benturan, dia terlempar dari kabin ke dasar sungai dengan ketinggian lebih dari 5 meter.

Informasi yang dihimpun, truk tronton dengan nomor polisi B 9516 PDB itu melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya. Truk itu mengangkut pelat alas cor bangunan atau dikenal dengan istilah bondek.

Kecelakaan terjadi saat truk sedang melintasi turunan terakhir sebelum tikungan ke kiri di kawasan Gentong dari arah Bandung. Saat itu, sopir diduga hilang kendali sehingga mobil tak berbelok, malah menerabas lurus ke jalur kanan.

Truk baru berhenti setelah menabrak rumah warga serta menghantam beton jembatan.

Saat kejadian, Ganda, sang pemilik rumah, sedang mencabuti paku di kayu bakar di halaman rumahnya. Beruntung dia sempat menghindar meski mengalami luka akibat terjatuh dan tertimpa material rumah.

Dahsyatnya serudukan truk tronton itu membuat tiang telepon roboh, sebagian garasi rumah hancur, bahkan beton jembatan pun rusak berat.

"Benar ada kecelakaan tunggal di wilayah Gentong. Laporan masuk pukul 08.00 WIB tadi dan truk menabrak bagian depan rumah warga," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Devi Budi Radiansyah.

Menurut Devi, akibat kecelakaan itu dua orang mengalami luka serius sehingga harus dirujuk ke rumah sakit. Sementara seorang lainnya atau sopir mengalami luka ringan.

"Korban dua orang, pemilik rumah dan kernet truk. Kedua korban masih dalam perawatan di rumah sakit di Kota Tasikmalaya," kata Devi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Truk Boks di Nganjuk Hancur Tertabrak Kereta, Sopir Tewas"
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads