Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Kamis (24/9/2026). Mulai dari dua wanita di Cirebon ditusuk saat sedang mengobrol hingga popularitas Dedi Mulyadi disorot media asing.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Dua Wanita Cirebon Ditusuk Saat Ngobrol
Dua wanita di Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, ditusuk seorang pria saat sedang berbincang di teras rumah. Keduanya mengalami luka tusuk dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kapolsek Kedawung, Kompol Ahmad Nasori mengatakan peristiwa itu terjadi di kawasan Pecilon Dukuh Blok Sitameng pada Rabu (23/9/2026) malam. Kedua korban masing-masing berinisial R (52) dan A (65).
Nasori menuturkan saat kejadian R sedang duduk bersama A dan suaminya, S, di teras rumah. Kemudian, pelaku berinisial SM alias D datang dan diduga langsung menusuk R satu kali di bagian pinggul sebelah kiri.
Setelah menusuk R, pelaku kemudian menusuk A satu kali di bagian perut sebelah kanan. Anak A, yang mengetahui kejadian tersebut, langsung keluar dan berusaha menghentikan pelaku.
"Anak korban kemudian keluar untuk menghentikan pelaku dan mengamankan kedua korban ke dalam rumah," kata Nasori.
Menurut Nasori, pelaku kemudian meninggalkan lokasi. Warga yang mengetahui kejadian tersebut bersama anggota Polsek Kedawung lalu melakukan pengejaran.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan di kawasan Jalan Simega. Setelah itu, petugas membawa pelaku ke Polsek Kedawung untuk menjalani pemeriksaan.
Nasori mengatakan polisi juga mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan barang bukti. Salah satunya pisau dengan panjang sekitar 10 sentimeter yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk kedua korban.
"Kedua korban kemudian dibawa ke RS untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Nasori.
R mengalami luka tusuk pada pinggul sebelah kiri. Sementara A mengalami luka tusuk pada perut sebelah kanan dan masih menjalani perawatan, kata Nasori.
Dari pemeriksaan awal, Nasori menyebut dugaan motif penusukan berkaitan dengan rasa dendam. Pelaku diduga merasa menjadi bahan pembicaraan atau gunjingan korban.
"Untuk motifnya masih terus didalami melalui pemeriksaan terhadap pelaku dan pihak-pihak terkait," kata Nasori.
Mayat Pria Bertato di Gegerkan Pedagang Pasar Ciawi Tasik
Sesosok mayat pria ditemukan di halaman sebuah toko di sekitar Pasar Ciawi, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (24/9/2026) pagi.
Mayat pria yang belum diketahui identitasnya itu, ditemukan dalam posisi tergeletak di kolong meja pedagang bubur ayam yang berada di depan toko.
Pria muda itu mengenakan kaus cokelat dan celana jeans hitam. Beberapa bagian badannya dihiasi tato. Bagian wajah korban terlihat berlumuran darah. Beberapa bagian badannya pun terlihat kotor, seperti baru bergumul di tanah.
Penemuan mayat ini pertama kali ditemukan oleh pegawai yang hendak membuka toko kerudung tersebut.
"Awalnya ditemukan oleh pegawai saya, dikira sedang tidur," kata Farid, pemilik toko.
Bagi Farid keberadaan anak jalanan atau anak punk yang numpang tidur di emperan tokonya bukan hal baru. Halaman toko miliknya sering dijadikan tempat nongkrong anak-anak punk.
"Tapi kali ini orang itu susah dibangunkan, sehingga pegawai menelepon saya. Akhirnya saya ke sini, pas dilihat ternyata ada luka-luka di wajahnya, seperti sudah meninggal," kata Farid.
Akhirnya Farid memutuskan untuk menghubungi polisi. "Posisi korban itu tergeletak di kolong meja pedagang bubur. Langsung saja lapor polisi," kata Farid.
Tak lama anggota Polsek Ciawi langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Jenazah korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. Sementara anggota reserse langsung menyebar melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Dugaan korban tewas akibat dianiaya langsung mengemuka.
"Bahwa ada informasi orang yang tergeletak, kita dari Polsek hadir ke TKP, ternyata betul ditemukan ada yang tergeletak, diduga anak jalanan. Setelah diperiksa sudah meninggal dunia dan juga terdapat luka-luka. Akhirnya dari sana kami menduga bahwa ini adalah akibat dari penganiayaan," kata Kapolsek Ciawi AKP Endang Wijaya.
Terkait identitas korban dan penyebab kematian, Endang mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Untuk korban sudah dilakukan olah TKP dan sudah dibawa ke rumah sakit. Identitas korban belum ditemukan," kata Endang.
Endang membenarkan adanya dugaan korban meninggal dunia akibat penganiayaan namun pihaknya belum bisa menjelaskan karena sejauh ini masih dalam proses penyelidikan.
"Sekarang kejadian ini sedang kita proses untuk pengusutan lebih lanjut. Tadi memang ada luka di bagian wajah ada, di kepala ada," kata Endang.
Simak Video "Video: Dijanjikan Kompensasi oleh KDM, Puluhan Kios Liar Jalur Puncak Dirobohkan"
(bba/mso)