Jabar Bersiap Hadapi Banjir dan Longsor di Penghujung Kemarau

Jabar Bersiap Hadapi Banjir dan Longsor di Penghujung Kemarau

Andry Haryanto - detikJabar
Kamis, 24 Sep 2026 20:30 WIB
Banjir Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung
Ilustrasi banjir di Bandung (Foto: Yuga Hassani)
Bogor -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta warga tetap waspada terhadap kekeringan dan kebakaran di penghujung musim kemarau. Pada saat yang sama, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah menghadapi banjir dan longsor ketika musim hujan tiba.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, penanganan kekeringan perlu disesuaikan dengan kebutuhan warga. Masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih diminta menghubungi pemerintah daerah setempat agar pasokan dapat disalurkan melalui mobil tangki.

"Bagi warga masyarakat yang kesulitan pangan karena dampak kekeringan, segera berkomunikasi dengan dinas sosial masing-masing. Kami siap membantu. Pak Gubernur sudah menegaskan, tidak boleh ada warga Jabar yang kekurangan pangan karena dampak kekeringan," kata Herman di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (24/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, kewaspadaan juga diperlukan untuk mencegah kebakaran. Ia menyebut peristiwa di Galuga, Bogor, dan Kuningan sebagai contoh kejadian yang ditangani bersama pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

Menjelang musim hujan, perhatian pemerintah bergeser pula ke wilayah rawan banjir dan longsor. Herman menyebut Bogor, Cianjur, Bandung Barat, Bandung, Sumedang, dan Garut sebagai daerah yang perlu mewaspadai longsor. Sementara itu, banjir perlu diantisipasi antara lain di Kota Bandung, Indramayu, Cirebon, dan Bekasi.

"Yang pertama dan utama adalah menyelamatkan jiwa, baru harta benda. Itu orientasi pertama ketika menghadapi bencana: bagaimana caranya menyelamatkan jiwa," ujarnya.

Herman mengatakan BPBD di 27 kabupaten dan kota telah melaksanakan simulasi, gladi posko, serta gladi lapangan. Latihan tersebut ditujukan agar petugas dan masyarakat lebih siap mengambil tindakan saat bencana terjadi.

Untuk langkah jangka panjang, Pemprov Jawa Barat juga tengah mengevaluasi rencana tata ruang wilayah. Herman menegaskan, pertumbuhan pembangunan harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan risiko bencana.

"Jangan sampai pertumbuhan mengorbankan lingkungan," katanya.

Puncak dan Galuga Jadi Perhatian di Bogor

Herman menyinggung kebakaran di Galuga sebagai salah satu kejadian yang ditangani bersama pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa kekeringan pada penghujung musim kemarau dapat meningkatkan risiko kebakaran. "Jangan sampai kekeringan ini memantik kebakaran," ujarnya.

Ketika musim hujan tiba, Bogor termasuk wilayah yang perlu mewaspadai longsor. Herman meminta kesiapsiagaan warga diperkuat melalui edukasi dan latihan kebencanaan, dengan keselamatan jiwa sebagai prioritas saat bencana terjadi.

Ia juga menyoroti kawasan Puncak yang merupakan daerah hulu. Menurut Herman, aturan tata ruang harus ditegakkan dan lingkungan di kawasan itu dijaga bersama pemerintah Kabupaten Bogor dan Cianjur.

"Termasuk yang harus dijaga sungguh-sungguh adalah Puncak dan sekitarnya karena itu daerah hulu," katanya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video Banjir-Longsor Akibat Hujan Lebat di Brasil, 20 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik] (dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads