Gengsi Disisihkan, Bekal Berumah Tangga Jadi Pilihan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 23 Sep 2026 19:03 WIB
Pasutri David dan Ineu usai mengikuti nikah gratis di Kota Bandung. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Pernikahan kerap diartikan sebagai momentum yang sakral dan mesti dirayakan. Pesta meriah pun dipersiapkan, pakaian terbaik dipilih, hingga berbagai pernak-pernik yang tidak boleh ketinggalan untuk menandai dimulainya kehidupan baru bersama pasangan.

Namun, bagi David Ceptian (24) dan Ineu Karanika (25), memulai rumah tangga tak melulu harus diawali dengan perayaan yang meriah. Ada hal lain yang menurut mereka jauh lebih penting untuk dipikirkan setelah hari bahagia yang mungkin hanya sekali seumur hidup itu selesai digelar.

Pasangan suami istri baru ini memilih mengikuti program nikah gratis yang digelar Pemerintah Kota Bandung. Kesempatan itu datang ketika mereka memang sudah berencana menikah pada tahun ini, sekaligus menjadi jalan untuk menekan pengeluaran di tengah persiapan membangun keluarga.

Saat berbincang dengan detikJabar, David menceritakan bagaimana ia dan Ineu akhirnya mantap mengikuti acara nikah massal tersebut. Keputusan itu bermula dari sebuah unggahan di media sosial yang tak sengaja ia lihat. Dari rasa penasaran, keduanya kemudian mencoba mendaftar hingga akhirnya dinyatakan lolos.

"Kalau untuk infonya sih kita dapatnya dari IG-nya langsung ya. Karena iseng-iseng lihat, terus ada postingan tentang nikah gratis, terus kita coba-coba iseng ikut, ternyata lolos," katanya usai akad nikah di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Rabu (23/9/2026).

Bagi David dan Ineu, pilihan untuk berhemat dari biaya pernikahan bukan semata-mata soal mengurangi pengeluaran. Ada kehidupan baru yang menanti setelah akad, sehingga sebagian yang bisa dihemat hari ini dapat menjadi bekal untuk menjalani rumah tangga mereka ke depan.

Setelah akad nikah selesai, ada perasaan lega yang kini David rasakan. Meskipun awalnya sempat gugup, ia berhasil dengan lancar saat prosesi ijab kabul digelar.

"Yang pasti deg-degan ada, bahagia juga ada, terharu juga ada. Intinya makasih lah buat Pemerintah Kota Bandung yang udah menghadirkan acara nikah gratis. Semoga tahun depan dan ke depannya bisa jadi bisa ngadain lagi acara nikah gratis buat pasangan-pasangan di luar sana yang ingin menikah juga," ungkapnya.

Tak hanya memberi kemudahan dalam prosesi pernikahan, program tersebut juga membuat David dan Ineu bisa menghemat pengeluaran. Fasilitas pernikahan hingga sejumlah pemberian untuk pasangan turut disediakan Pemkot Bandung.

Acara nikah massal secara gratis ini digagas sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan datang langsung, sekaligus menjadi saksi untuk para pasangan suami-istri yang sudah melaksanakan pernikahan.

Bahkan, kebahagiaan 15 pasangan ini makin lengkap dengan kejutan yang telah disiapkan. Pemkot Bandung memberi hadiah berupa voucher menginap di hotel, sekaligus sebagai kado bulan madu.

Setelah akad nikah selesai, ke-15 pasangan suami-istri baru itu kemudian diajak berkeliling naik Bandros. Begitu kembali ke pelaminan, kejutan lain pun disiapkan dengan penampilan vokalis Pas Band, Yuki, yang turut menghibur para pengantin.

David menilai manfaat tersebut cukup berarti bagi mereka yang sedang bersiap membangun kehidupan bersama. Terlebih, pernikahan bukan menjadi akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari berbagai kebutuhan baru sebagai keluarga.

"Iya, kalau untuk keuntungan juga dari segi hemat biaya, terus fasilitas juga difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bandung, terus untuk hantaran dan hadiah lain-lainnya juga diberikan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk setiap pasangan," tuturnya.

Pilihan untuk menikah lewat program gratis itu tentu bukan tanpa pertimbangan. Bagi sebagian orang, pernikahan mungkin identik dengan pesta besar dan perayaan yang dihadiri keluarga serta kerabat. Apalagi, momen tersebut dianggap hanya datang sekali seumur hidup.

Namun, David dan Ineu memilih melihatnya dari sisi berbeda. Mereka mengaku tidak terlalu mempersoalkan gengsi ketika harus menikah dalam sebuah acara yang difasilitasi pemerintah.

"Kalau untuk gengsi sih mungkin kalau dari kami berdua enggak ya. Cuman kalau untuk saudara sama keluarga mungkin ada kayak gitu, cuman kita berdua berusaha buat meyakinin mereka kalau ini baik, niatnya baik," katanya.

Bagi keduanya, niat untuk membangun rumah tangga menjadi hal yang lebih utama dibanding bagaimana pernikahan itu dirayakan. Apalagi, uang yang berhasil dihemat dari pesta pernikahan dapat digunakan untuk kebutuhan lain setelah mereka resmi menjadi keluarga.

"Iya," jawab David ketika ditanya apakah penghematan tersebut bisa digunakan untuk kehidupan mereka setelah berkeluarga.

Pada akhirnya, David dan Ineu tidak sedang mengurangi arti penting sebuah pernikahan. Mereka hanya memilih cara berbeda untuk memulainya. Di tengah momen sakral yang dirayakan bersama puluhan pasangan lainnya, keduanya mencoba menempatkan kehidupan setelah akad sebagai sesuatu yang tak kalah penting untuk dipersiapkan.

Sebab bagi mereka, pesta mungkin hanya berlangsung sehari. Sementara setelahnya, ada rumah tangga yang harus dijalani, kebutuhan yang harus dipenuhi, dan keluarga yang perlahan mereka bangun bersama.




(ral/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork