Privilege Warga Bogor, Tinggal Jalan Kaki Bisa Dapat Banyak Manfaat

Privilege Warga Bogor, Tinggal Jalan Kaki Bisa Dapat Banyak Manfaat

Andry Haryanto - detikJabar
Selasa, 22 Sep 2026 14:29 WIB
Car Free Day (CFD) Tegar Beriman, Cibinong,  Kabupaten Bogor
Car Free Day (CFD) Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor (Foto: Istimewa)
Bogor -

Supriyanto tidak hanya datang untuk berolahraga di Car Free Day (CFD) Tegar Beriman, Cibinong, Minggu, 20 September 2026. Bersama istrinya, warga Cibinong itu menyempatkan diri mendonorkan darah. Kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitas mereka setiap kali layanan donor hadir di kawasan bebas kendaraan tersebut.

"Sudah sering sama istri. Jadi, kalau ada, pasti menyempatkan donor," kata Supriyanto.

Baginya, CFD kini menawarkan lebih banyak manfaat ketimbang sekadar menyediakan lintasan untuk berjalan kaki. "Privilege warga Kabupaten Bogor. Tinggal jalan kaki dari rumah sudah banyak dapat manfaat."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sudut lain, petugas kesehatan memeriksa tekanan darah, kadar gula, kolesterol, dan golongan darah warga. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty mengatakan pemeriksaan gratis itu penting untuk menemukan lebih dini penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, dan hiperkolesterol.

"Dengan deteksi dini, masyarakat bisa lebih awal mengetahui kondisi tubuhnya sehingga tidak jatuh pada kondisi yang berat," ujar Fusia, Minggu (21/9/2026).

ADVERTISEMENT

Pelayanan tersebut digelar bersama TNI dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Tenaga medis dari puskesmas, rumah sakit daerah, Patelki, dan unsur pertahanan ikut terlibat.

Selepas memeriksakan kesehatan, pengunjung dapat beralih ke Gerakan Pangan Murah. Sekitar lima ton beras, minyak goreng, gula, telur, sayuran, dan ayam disediakan. Mira, warga Pakansari, datang untuk berolahraga, tetapi pulang membawa kebutuhan rumah tangga.

"Harganya terjangkau dan barangnya lengkap," kata Mira.

Tidak jauh dari antrean pangan, mobil perpustakaan keliling menghadirkan pilihan kegiatan bagi anak-anak. Mereka bebas memilih buku pengetahuan, pendidikan, maupun bacaan anak. Petugas Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Taufik Ilham, menyebut layanan tersebut sebagai langkah jemput bola.

"Masyarakat tidak harus datang ke perpustakaan, tetapi kami yang hadir di ruang publik," ujarnya.

Keramaian itu sekaligus membuka pasar bagi pedagang kecil. Pada pelaksanaan hari tersebut, omzet 223 pedagang kaki lima tercatat mencapai Rp149,94 juta. Kuliner mendominasi perputaran uang dengan nilai Rp140,71 juta atau sekitar 93,8 persen dari keseluruhan transaksi. Rata-rata pendapatan setiap pedagang mencapai sekitar Rp672 ribu.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads