Kabar mengejutkan datang dari panggung politik Kota Cimahi. Wali Kota Ngatiyana secara resmi didapuk menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi untuk masa bakti 2026-2030. Langkah ini sontak memicu reaksi dari DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat, partai yang selama ini menaunginya.
PKB mengaku kaget sekaligus menyayangkan keputusan tersebut. Padahal, sejak awal PKB sengaja tidak memberi beban jabatan struktural partai kepada Ngatiyana. Tujuannya jelas, agar sang Wali Kota bisa habis-habisan bekerja membereskan masalah di Cimahi, terutama soal angka pengangguran yang masih menjadi "juara" di Jawa Barat.
Bukan tanpa alasan, data Survei Angkatan Kerja Nasional BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka di Cimahi menyentuh angka 8,97 persen atau sekitar 27.979 orang. Angka ini jauh di atas rata-rata Jawa Barat yang berada di level 6,74 persen pada Februari 2025.
Sekretaris Wilayah DPW PKB Jawa Barat, Acep Jamaludin, menyebutkan bahwa fokus pada rakyat seharusnya menjadi prioritas utama Ngatiyana ketimbang mengurus kursi ketua partai.
"Sejak beliau terpilih, amanat PKB hanya satu, fokus melayani dan menyelesaikan persoalan Kota Cimahi. Yang paling utama pengangguran, baru kemudian kemiskinan, banjir, kemacetan, dan permukiman. Karena itu kami tidak menjadikan beliau ketua di PKB, supaya tidak direpotkan urusan mengurus partai dan bisa penuh bekerja untuk rakyat," kata pria yang akrab disapa Kang Ajam ini.
PKB merasa kecolongan karena proses kepindahan ini terkesan sangat mendadak. Kang Ajam membeberkan bahwa Ngatiyana baru menghubungi pihak DPW PKB Jabar pada Minggu (20/9/2026) sore, melalui telepon. Itu artinya, kabar tersebut baru sampai ke telinga pengurus partai kurang dari 24 jam sebelum Musda Golkar digelar.
"Kami terkejut dan menyesalkan keputusan Pak Ngatiyana. Beliau kader yang diusung PKB, dimenangkan PKB bersama koalisi, dan dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum sebagai pengurus DPW PKB Jawa Barat," tuturnya.
"Beliau menghubungi kami by phone hari Minggu sore, 20 September 2026. Sehari sebelum Musda. Jadi memang kami baru tahu sebatas itu," tambah Kang Ajam.
Simak Video "Presiden Prabowo dan Sejumlah Ketum Parpol Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB"
(mso/mso)