Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Danny Setiawan. Bagi Aher, sosok Gubernur Jabar periode 2003-2008 tersebut bukan sekadar pendahulu, melainkan figur senior dan panutan yang sangat ia hormati.
Aher tiba di rumah duka bersama istrinya, Netty Prasetyani Heryawan, pada Sabtu (19/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya tokoh yang dikenal dekat dengan masyarakat itu.
"Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan bela sungkawa, Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Tentu saya dan keluarga merasa kehilangan luar biasa atas kepergian Pak Danny Setiawan. Atas sosok yang dikenal oleh masyarakat Jawa Barat pernah memimpin Jawa Barat, menjadi Gubernur dengan sangat baik, berprestasi dan dikenang ramah pada masyarakat," ujar Aher.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menekankan bahwa fondasi pembangunan Jawa Barat saat ini tidak terlepas dari dedikasi Danny Setiawan yang kala itu memimpin bersama tokoh Nahdlatul Ulama, Nu'man Abdul Hakim. Aher memandang masa kepemimpinannya selama dua periode (2008-2018) sebagai bentuk keberlanjutan dari apa yang telah dirintis oleh Danny.
"Saya kira masyarakat mengenang keramahannya ya. Dekat dengan tokoh-tokoh, dekat para ulama, dekat dengan ormas, dekat dengan pesantren. Itulah sosok beliau dan saya hadir di 2008-2018 menggantikan beliau, melanjutkan beliau. Jadi kami menganggap sebagai pendahulu. Tidak pernah ada saya tanpa ada dia. Begitulah seorang junior menghormati para senior, bahwa seorang junior seperti saya tidak akan pernah hadir tanpa kehadiran para senior sebelumnya," ungkapnya.
Aher juga mendoakan agar segala amal ibadah almarhum selama masa hidupnya diterima oleh Sang Pencipta.
"Dan apa yang saya lakukan selama 10 tahun, itu tentu sebagai keberlanjutan dari gubernur-gubernur dari Pak Danny Setiawan dan para gubernur sebelumnya. Oleh karena itulah, mari kita meminta, memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala mudah-mudahan Allah menerima amal saleh kebaikannya, memasukkan ke dalam surga-Nya, mengampuni dosa-dosanya, dan mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," tambah Aher.
Selain jasa kepemimpinannya, Aher mengenang momen emosional saat Pilgub Jabar 2008. Meski saat itu keduanya berada dalam posisi rival politik, Aher menunjukkan sikap hormat yang luar biasa. Ia teringat jelas saat hasil hitung cepat (quick count) Litbang Kompas menyatakan dirinya dan Dede Yusuf unggul.
"Yang paling ingat banget. Di hari di mana saya dinyatakan oleh quick count Kompas," kata Aher.
Alih-alih merayakan kemenangan dengan euforia berlebih, Aher justru memilih untuk langsung menemui Danny Setiawan pada malam harinya. Pertemuan tersebut menjadi bukti kedewasaan politik dan hubungan personal yang hangat di antara keduanya.
"Yang terpikir adalah segera mengunjungi Pak Danny Setiawan. Jadi dari pagi sampai siang pemilu, Pilkada, penghitungan suara, kemudian sore Kompas menyatakan saya dalam quick count menang, kemudian malam hari saya makan bersama dengan Pak Danny Setiawan. Banyak peristiwa dengan beliau ya, tapi peristiwa itu yang paling indah ya. Bayangkan ya habis berkompetisi kemudian begitu akurnya gitu, saya dengan Pak Danny Setiawan waktu itu," pungkasnya.
