Achmad Akmal Naopal (28) menjadi salah satu warga Garut yang selamat dalam tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Minggu (13/9) lalu. Akmal selamat setelah berhasil bertahan hidup lebih dari 10 jam di lautan, sebelum bala bantuan datang.
Kamis (17/9/2026) tengah malam, Akmal tiba di Garut bersama sembilan kerabatnya. Mereka merupakan kru KM Virgo asal Garut yang selamat dalam insiden tersebut. Kedatangannya disambut Bupati Syakur Amin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Syakur, Akmal sempat menceritakan detik-detik tragedi maut itu terjadi di Laut Jawa. Akmal menuturkan, saat kejadian, dirinya sedang tidur. "Saya dibangunin sama teman. Waktu itu kondisinya kapal sudah oleng," ungkap Akmal dalam keterangan tertulis yang diterima detikJabar, Jumat (18/9/2026).
Tanpa pikir panjang, karena kondisi kapal yang tak kondusif, Akmal lantas melompat ke laut. Beruntung, tak lama berselang, Akmal menemukan sebuah tabung gas elpiji berukuran 12 kilogram yang kemudian dipakainya untuk bertahan agar tidak tenggelam.
"Saya pegangan ke tabung gas sama penumpang lain. Berlima," katanya.
Di situlah perjalanan bertahan dari maut dimulai, kata Akmal. Sepanjang malam, kelima orang tersebut mulai kelelahan. Seorang di antara mereka memiliki pelampung. Kemudian dipakai bergantian oleh orang yang paling kecapekan agar bisa melepas pegangannya ke tabung gas.
"Sepanjang malam itu kami saling ngobrol aja. Saling menguatkan, curhat aja," katanya.
Setelah sekitar 10 jam bertahan agar tak tenggelam dengan menggunakan tabung gas, bantuan akhirnya datang. Sekitar jam 10 siang, sebuah kapal pengangkut batu bara melaju ke arah mereka. Awaknya kemudian melihat para korban, kemudian diselamatkan.
"Kami melambai minta pertolongan. Kami akhirnya ditolong, tapi pas saya lihat di kapal bukan hanya kami saja korbannya. Ada yang sudah meninggal juga," katanya.
Sepuluh dari 11 orang korban selamat asal Garut yang sudah dipulangkan malam tadi, untuk sementara waktu berada di rumah singgah milik Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan medis lanjutan.
Sekadar diketahui, ada 22 orang warga Garut yang menjadi korban kejadian nahas tersebut. Menurut informasi yang dihimpun dari Pemkab Garut, dari 22 orang tersebut, 11 di antaranya ditemukan selamat dan dua orang meninggal dunia.
Sementara 9 orang lainnya, hingga kini masih dinyatakan hilang, dan masih dalam proses pencarian. Bupati Garut Syakur Amin menuturkan, pihaknya berharap agar para korban yang belum ditemukan bisa segera diketahui, dalam keadaan selamat.
"Ada yang belum ditemukan. Kami berharap segera ada kabar baik dan ada keajaiban. Mari kita doakan," ungkap Syakur.
Selain memastikan kepulangan para korban, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bagi para korban dan keluarga. Syakur menyebut, bantuan itu diberikan untuk meringankan beban keluarga.
"Kami memberikan bantuan untuk mengurangi beban. Dari BJB dan akan ditransfer ke rekening masing-masing," pungkas Syakur.
(orb/orb)
