Pemkab Sukabumi memberikan pendampingan psikologis kepada siswi yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub). Korban merupakan pelajar yang sedang menjalani program Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi Ganjar Anugrah mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk memastikan pemulihan kondisi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala DP3A dan informasinya kemarin sudah dilakukan pendampingan psikologis (trauma healing) kepada korban," kata Ganjar saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
Langkah mitigasi pascakejadian ini dilakukan agar korban mendapatkan perlindungan penuh serta meminimalkan dampak trauma akibat peristiwa yang dialaminya saat bertugas magang.
Selain mendampingi korban, Pemkab Sukabumi mengevaluasi sistem penerimaan dan pengelolaan siswa magang di seluruh dinas dan instansi daerah.
BKPSDM mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sukabumi untuk memperketat aturan kerja demi menjamin keamanan para pelajar.
"Kami merekomendasikan seluruh perangkat daerah membuat pakta integritas dan memastikan lingkungan kerja aman bagi siswa magang maupun PKL," imbuh Ganjar.
Di sisi lain, proses hukum penanganan kasus ini bergerak cepat di kepolisian. Oknum pejabat berinisial TIP yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas (Sekdis) Perhubungan resmi dijemput aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan mendalam pada Selasa (15/9/2026) siang.
Pantauan di Mapolres Sukabumi, TIP tiba menggunakan mobil minibus hitam dengan pengawalan sejumlah personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim berpakaian preman.
Mengenakan kaus oblong polos berwarna hijau sage muda dan celana panjang biru dongker, TIP tampak tertunduk diapit petugas saat digiring melintasi koridor menuju ruang Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi.
Pintu ruang penyidik langsung tertutup rapat sesaat setelah rombongan masuk. Hingga kini, aparat kepolisian masih memeriksa intensif oknum pejabat bersangkutan guna mendalami dugaan kasus asusila tersebut.
(sya/sud)
