Ono Surono Tak Percaya Jabar Sudah Bebas Desa Tertinggal

Ono Surono Tak Percaya Jabar Sudah Bebas Desa Tertinggal

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 15 Sep 2026 16:26 WIB
Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono usai melakukan kunjungan ke Bandung Zoo
Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono mempertanyakan klaim bahwa Jawa Barat sudah terbebas dari desa tertinggal. Menurutnya, data tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan.

Ono mengatakan masih menemukan persoalan pembangunan ketika turun langsung ke sejumlah wilayah, terutama kawasan Jabar Selatan. Mulai dari jalan yang belum layak, akses pendidikan yang terbatas, hingga fasilitas sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

"Jawa Barat angka terakhir itu sudah tidak ada desa yang tertinggal. Tapi saya tidak pernah percaya ya terkait dengan data-data itu. Karena faktanya, walaupun sudah tidak ada desa yang tertinggal berdasarkan data dari BPS, tapi kalau kita masuk ke desa-desa misalnya di Garut Selatan, di Cianjur Selatan, masih banyak jalan-jalan yang terputus, masih banyak dalam satu kecamatan tersebut tadi belum ada SMA-SMK," kata Ono dalam acara Detik Pagi, Selasa (15/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, ia menyebut masih menemukan desa yang memiliki sekolah dasar dengan kondisi yang jauh dari ideal, seperti masih menggunakan lantai tanah dan bangunan yang seadanya.

ADVERTISEMENT

"Ada satu desa yang sama sekali misalnya tidak mempunyai SD dengan kualitas yang baik, misalnya ada SD yang masih bangunan seadanya, masih berlantai tanah. Itu masih kita dapati di Jawa Barat bagian selatan," ujarnya.

Menurut Ono, kondisi tersebut menunjukkan ketimpangan pembangunan di Jawa Barat belum sepenuhnya selesai. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah yang sudah berkembang.

"Makanya dulu sering kan bicara terkait dengan ketimpangan pembangunan di Jawa Barat antara Jabar Selatan dan Jabar Utara. Lalu Jabar Utaranya selesai belum? Mungkin kalau Jabar Utaranya di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang karena mereka sudah merupakan kabupaten/kota industri, ya mungkin bisa tertangani dengan lebih baik," tuturnya.

Ono juga menyoroti kawasan Subang, Indramayu, dan Cirebon yang menurutnya masih memiliki desa-desa yang belum tersentuh pembangunan secara optimal meski kawasan Utara Jabar lebih sering mendapat perhatian soal pembangunan.

"Tapi kalau bicara Subang misalnya, lalu Indramayu, Cirebon, masih banyak nggak desa-desa yang belum terjamah. Di Indramayu saja masih ada beberapa desa yang belum dialiri listrik sehingga harus pakai tenaga surya," katanya.

Karena itu, ia berharap kebijakan pembangunan Jawa Barat ke depan tidak lagi hanya mengutamakan wilayah tertentu, tetapi benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.

"Sehingga fokus kita mudah-mudahan sudah tidak ada lagi prioritas pembangunan yang mengarah ke satu dua wilayah saja, tapi benar-benar berdasarkan kebutuhan rakyat di desa atau seluruh wilayah di Jawa Barat," ujar Ono.

Ono menilai Jabar Selatan memiliki potensi ekonomi besar yang belum digarap maksimal. Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan disebut bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.

"Selatan misalnya ya, selatan itu kan potensinya sangat bagus ya di pertanian, di perkebunan, di perikanan. Di perikanan misalnya, karena kebetulan latar belakang saya perikanan, jadi laut bagian selatan itu laut yang mempunyai potensi sumber daya ikan yang besar tapi belum dieksplorasi maksimal karena memang jumlah nelayannya sedikit," katanya.

"Ini potensi yang sangat baik apabila dikembangkan. Maka misalnya tahun ini kita bangun misalnya di Cidaun ada pelabuhan yang kita dorong revitalisasinya. Lalu di Pangandaran, selain pariwisata juga potensi perikanannya juga sangat besar," lanjutnya.

Menurut Ono, persoalan konektivitas menjadi kunci. Jalan nasional yang sudah baik di wilayah Jabar Selatan belum cukup apabila akses menuju sentra produksi masih bergantung pada jalan kabupaten dan desa yang kondisinya rusak.

"Tapi di sisi lain kita hanya mempunyai satu ruas jalan nasional saja. Jalan nasionalnya sudah bagus dari mulai Sukabumi sampai Tasik sudah bagus. Tapi pada saat masuk sedikit ke tengah, menghadapi jalan kabupaten yang masih rusak, jalan desa yang masih rusak," kata Ono.

Karena itu, pembangunan infrastruktur di Jabar Selatan menurutnya harus diarahkan untuk membuka akses terhadap potensi ekonomi masyarakat.

"Sehingga perhatian kita bagaimana infrastruktur untuk mendukung potensi sumber daya alam yang sangat baik di Jabar Selatan juga ya harus kita kerjakan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Komitmen ADHI Karya Jalankan Proyek Sekolah Rakyat agar Tepat Waktu-Mutu"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads