Pemkot Bandung Tutup Lahan di Punclut Usai Kebakaran

Pemkot Bandung Tutup Lahan di Punclut Usai Kebakaran

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 15 Sep 2026 14:49 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meninjau lahan terbakar di Punclut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meninjau lahan terbakar di Punclut. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Pemkot Bandung mengambil kebijakan tegas setelah terjadi kebakaran di sebuah lahan pembuangan brangkal di Jalan Rereongan Sarupi, kawasan Puncak Ciumbuleuit. Lahan seluas 2,2 hektare itu akan ditutup setelah diduga melanggar masalah lingkungan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kebakaran pada Senin (14/9) malam itu sudah terjadi selama 12 jam. Berdasarkan informasi yang ia terima, penyebab kebakaran diduga karena gas metan yang meledak dan akhirnya menimbulkan kobaran api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, ada sebuah tanah kosong milik swasta yang ternyata diduga menjadi tempat penimbunan barangkal atau puing dan penimbunan sampah ilegal," kata Farhan di lokasi, Selasa (15/9/2026).

"Nah, ini semalam terjadi kebakaran. Diduga karena ada gas metan di bawah dan kemudian merembet ke atas. Jadi selama kurang lebih hampir 12 jam ini, telah terjadi kebakaran lahan yang menimbulkan asap dan mengganggu ke mana-mana," ucapnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

Farhan memastikan Pemkot Bandung akan mengambil tindakan tegas setelah kebakaran ini. Lahan tersebut bakal ditutup, lalu penyelidikan pun dibuka untuk mengetahui penyebab kebakarannya secara rinci.

"Kami akan menutup tanah ini, kemudian Dinas Lingkungan Hidup akan mengumpulkan semua data dari semua pihak, lalu melaporkannya kepada Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan penyelidikan awal apabila memang terjadi tindakan pidana lingkungan hidup," tegasnya.

"Untuk pengamanannya, nanti akan ada anggota dari Kodim yang berjaga dan melakukan sterilisasi. Itu kira-kira tindakan yang akan kita ambil," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang ia terima, masih ada tiga titik api yang saat ini sedang berusaha dipadamkam petugas. Farhan pun curiga bahwa tempat ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh orang tak bertanggungjawab.

"Saya curiganya ada transit sampah ilegal dari luar wilayah sini. Kelihatannya, soalnya ini sampahnya bukan puing, ya, sudah bercampur dengan sampah biasa. (Pemiliknya?) Pasti, pasti akan kita mintai pertanggungjawaban," katanya.

"Nah, jadi nanti Dinas Lingkungan Hidup dalam hal ini akan mengumpulkan semua data, dibantu oleh semua dinas, lalu kita akan melaporkannya kepada Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup untuk dilakukan penyelidikan awal," pungkasnya.

(ral/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads