Kelompok Bandit Culik 6 Imam di Nigeria Utara, Minta Tebusan Rp 106 M

Kabar Internasional

Kelompok Bandit Culik 6 Imam di Nigeria Utara, Minta Tebusan Rp 106 M

Anisa Rizki Febriani - detikJabar
Selasa, 15 Sep 2026 18:00 WIB
Stop Child Violence and Trafficking. Stop Violence Against Children, child bondage in angle image blur , Human Rights Day concept.
Ilustrasi penculikan (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang)
Bandung -

Enam imam diculik kelompok bandit bersenjata di Negara Bagian Zamfara, Nigeria Utara. Wilayah ini kerap jadi sasaran geng kriminal yang menuntut uang tebusan sebagai syarat pembebasan seperti dilaporkan kepolisian setempat.

Dilansir dari Arab News, penculikan jadi sumber pendapatan utama bagi berbagai kelompok bersenjata di Nigeria, baik kelompok jihadis maupun geng kriminal non-ideologis yang biasa disebut bandit.

Pada Sabtu (12/9/2026) sekelompok bandit bersenjata dilaporkan membawa senjata dan melakukan penyergapan di sepanjang jalan penghubung Dakko-Damri. Mereka mencegat kendaraan yang membawa para imam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keenam korban yang semuanya diidentifikasi sebagai imam, dilaporkan sedang dalam perjalanan emnuju Talata Mafara ketika mereka dicegat dan diculik oleh para penyerang bersenjata tersebut," ujar kepolisian.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan media Nigeria, para imam itu rencananya akan jadi tamu Senator Abdul'aziz Abubakar Yari. Ia merupakan eks gubernur Zamfara yang sedang menyelenggarakan pertemuan keagamaan di kediamannya di Talata Mafara, sebagai bagian dari upayanya menentang pencalonan kembali Presiden Bola Tinubu pada Januari mendatang.

"Tim keamanan telah memulai operasi pencarian intensif, dengan menyisir secara menyeluruh area semak-semak di sekitarnya demi menemukan dan menyelamatkan para korban serta menangkap para pelakunya," jelas pihak kepolisian Zamfara.

Mengacu pada laporan perusahaan konsultan Nigeria, SBM Intelligence, yang diterbitkan pada Agustus, uang tebusan senilai hampir enam juta dolar atau setara Rp 106 miliar telah dibayarkan di negara tersebut selama setahun terakhir.

Selain kondisi ekonomi, masalah keamanan yang melanda negara dengan populasi terbanyak di Afrika ini juga mendominasi kampanye pemilihan umum yang sedang berlangsung.

Artikel ini telah tayang di detikHikmah. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads