Kabar Duka dari Keraton Kanoman, Adik Sultan Emirudin Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Keraton Kanoman, Adik Sultan Emirudin Meninggal Dunia

Ony Syahroni - detikJabar
Senin, 14 Sep 2026 15:10 WIB
Rombongan yang membawa jenazah Ratu Raja Ilmiah Rosetina
Rombongan yang membawa jenazah Ratu Raja Ilmiah Rosetina (Foto: Ony Syahroni/detikJabar).
Cirebon -

Kabar duka datang dari Keraton Kanoman Cirebon. Ratu Raja Ilmiah Rosetina binti Sultan Raja H Muhammad Djalaludin meninggal dunia pada Senin (14/9/2026).

Ratu Raja Ilmiah Rosetina atau yang akrab disapa Ibu Raja Iyos merupakan putri kedua dari Sultan Raja H Muhammad Djalaludin dan Ratu Dalem Hj Sri Mulya. Almarhumah lahir pada 12 Mei 1974.

Sekretaris Kesultanan Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina, mengatakan almarhumah merupakan adik dari Sultan Raja Muhammad Emirudin, Sultan Kanoman XII.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu Raja Iyos juga memiliki adik, antara lain Ratu Raja Arimbi Nurtina, Pangeran Raja Muhammad Hamzah, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, Patih Kesultanan Kanoman, dan Ratu Raja Ningrum.

"Beliau merupakan adik dari Sultan Raja Muhammad Emirudin, Sultan Kanoman XII," kata Arimbi dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT

Ratu Raja Ilmiah Rosetina meninggal tanpa meninggalkan anak dan suami. Suaminya, Mas Tari, telah lebih dahulu meninggal dunia.

Sebagai putri sultan, almarhumah akan dimakamkan di Astana Gunung Sembung, kompleks makam Sunan Gunung Jati dan keluarga bangsawan Cirebon.

Prosesi pemakaman dilakukan pada Senin (14/9). Jenazah terlebih dahulu dimandikan sekitar pukul 08.00 WIB, kemudian dikafani pada pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan dengan salat jenazah serta takziah sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum diberangkatkan menuju Astana Gunung Sembung, keluarga melakukan tradisi ngolong. Dalam tradisi tersebut, keluarga memutari jenazah yang telah diletakkan di atas keranda sebanyak tujuh kali.

Arimbi mengatakan tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran menerima takdir.

"Tradisi ngolong, yakni memutari jenazah yang sudah diletakkan di atas keranda sebanyak tujuh kali dengan harapan agar keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan sabar menerima apa yang sudah ditakdirkan oleh-Nya," ujarnya.

Jenazah kemudian diberangkatkan sekitar pukul 13.00 WIB. Keranda dibawa berjalan kaki mengikuti rute yang telah diatur.

Rombongan melewati Lawang Kejaksan, Lawang Solawat, dan Lawang Syahadat di Kompleks Siti Hinggil. Selanjutnya rombongan menuju gerbang Pasar Kanoman, Jalan Winaon, Jalan Karang Getas, Jalan Siliwangi hingga Taman Krucuk.

Di Taman Krucuk, jenazah diserahkan dari abdi dalem Keraton Kanoman kepada abdi dalem kraman Gunung Sembung. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Astana Gunung Sembung melalui Kecamatan Gunung Jati.

Setibanya di Astana Gunung Sembung, kepengurusan jenazah diserahkan dari penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa kepada penghulu Masjid Dog Jumeneng Astana Gunung Sembung. Setelah itu, jenazah dimakamkan di tempat yang telah disiapkan.

Atas nama keluarga besar Kesultanan Kanoman, Arimbi turut memohon doa untuk almarhumah. Keluarga juga memohon maaf apabila selama hidupnya Ratu Raja Ilmiah Rosetina pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video 3 Putra Ali Khamenei Berdoa di Upacara Pemakaman Sang Ayah"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads