Puluhan warga di Desa Marongge dan Desa Darmawangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari Jumat Berkah pada Jumat (12/9/2026). Para korban yang terdiri dari berbagai kalangan terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat setelah mengeluhkan gejala serupa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, warga mulai merasakan gejala mual, muntah, pusing, hingga diare beberapa jam setelah menyantap makanan siap saji yang dibagikan. Jumlah warga yang mengeluhkan sakit terus bertambah hingga Jumat malam, sehingga petugas medis, TNI, Polri, PMI, BPBD, bergegas melakukan evakuasi ke Puskesmas Tomo serta rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut Karmita, salah satu korban asal Desa Marongge ini mengatakan bahwa makanan tersebut dibagikan dalam kemasan nasi kotak dan dikonsumsi warga setelah melaksanakan salat Jumat. Namun, Karmita baru merasakan gejala keracunan beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makannya tuh tadi setelah ashar, terus kerasanya udah isya lah. Tadi muntah terus mual," ujar Karmita di Puskesmas Tomo.
Karmita mengatakan, makanan yang disantapnya tersebut ia dapat dari salah satu masjid yang sudah biasa menyediakan makanan Jumat Berkah kepada para jamaah.
"Pembagiannya makanannya itu rutin ada lah udah dua tahun. Cuman ini baru pertama kali ngerasainnya kayak gini," katanya.
Selain Karmita, gejala yang sama juga dirasakan oleh Yogi. Yogi yang merupakan seorang kurir paket asal Kecamatan Cimalaka itu turut menyantap makanan Jumat Berkah saat mengikuti salah Jumat di tempat yang sama.
Yogi mengaku menyantap makanan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB dengan menu yang dikonsumsi berupa nasi, mi, dan telur balado. Akan tetapi tak berselang lama, Yogi langsung mengalami keringat dingin, muntah, hingga buang air besar secara terus menerus.
"Kebetulan ikut shalat Jumat di situ, lagi kirim paket. Abis shalat Jumat dibagi dimakan, setengah jam kemudian kerasa. Sekarang sudah baikan sudah boleh pulang," kata Yogi.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin, mengungkapkan pihaknya mencatat total warga yang diduga mengalami keracunan akibat menyantap Jumat berkah terdapat 63 warga.
Dikdik memastikan kondisi pasien yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Tomo mulai berangsur membaik. Bahkan, kata dia, hingga Sabtu (12/9/2026) dini hari sejumlah pasien sudah bisa diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.
"Ada 63. Satu orang secara mandiri ke Cideres, Majalengka. Tapi sekarang sudah mulai membaik, 11 orang sudah keluar, sudah pulang karena kondisinya membaik," ungkap Dikdik.
Untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan ini, Dinkes Sumedang juga telah membawa sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.
"Kita belum bisa menentukan dari apanya. Sampel (makanan) sudah kita amankan dan kita akan periksa di laboratorium," pungkas Dikdik.
(yum/yum)
