Tak semua dukungan harus disampaikan dari dalam stadion. Ketika Persib bertandang ke Stadion Utama GBK melawan Persija Jakarta, sebagian bobotoh memilih tetap berada di Bandung dan menyaksikan perjuangan tim dari layar kaca.
Viking Persib Club menjadi salah satu kelompok yang mengambil pilihan tersebut. Bandung pun sejenak berubah menjadi tribun lain, tempat harapan dan dukungan untuk Persib tetap disuarakan.
Laga Persija melawan Persib akan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) pukul 15.30 WIB. Viking memilih memusatkan dukungan melalui kegiatan nonton bareng di Bandung, dan tak memaksakan berangkat ke Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Umum Viking Persib Club, Arlan Sidha, mengatakan Viking juga telah menyampaikan imbauan kepada seluruh anggotanya untuk tidak berangkat ke Jakarta, meski sebelumnya sempat muncul kabar mengenai kemungkinan adanya penonton tandang.
"Saya kira sama ya, apa yang diimbau oleh Forkopimda dan kemudian juga Viking juga memberikan imbauan juga kepada seluruh anggota untuk tidak hadir ke Jakarta walaupun memang ada desas-desus terkait dengan kehadiran penonton (away)," kata Arlan, Jumat (11/9/2026).
Menurut Arlan, keputusan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan pertandingan. Ia khawatir situasi di lapangan justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk memunculkan provokasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
"Tapi kita lebih menjaga kondusivitas dan keamanan ya yang nantinya mungkin saja timbul bukan karena pertandingan tapi ada provokasi-provokasi," ungkapnya.
Sebagai gantinya, Viking akan memusatkan kegiatan dukungan di Bandung. Nobar akbar akan digelar di Pasar Kreatif sebagai wadah Bobotoh untuk tetap memberikan dukungan kepada Persib tanpa harus datang ke Jakarta.
"Jadi kalau untuk Viking sendiri akan memusatkan nonton bareng di Pasar Kreatif," ujarnya.
Viking juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah yang berbatasan dengan Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Bekasi. Arlan mengatakan kegiatan nobar di daerah tetap dimungkinkan, tetapi harus dibarengi koordinasi dengan kepolisian.
"Saya pikir teman-teman pasti mau tidak mau akan menyelenggarakan juga nonton bareng, tapi imbauan dari teman-teman di pusat ya mereka juga harus mewaspadai dan kemudian harus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak kepolisian untuk bisa memberikan pemantauan khusus dalam penyelenggaraan nobar nanti," tutur Arlan.
Menurutnya, koordinasi tersebut penting untuk mengantisipasi potensi kerawanan, terutama jika kegiatan nobar mengundang banyak orang. Sehingga, arapat keamanan bisa mengantisipasi jika terjadi potensi gesekan di wilayah perbatasan.
Untuk nobar yang dipusatkan Viking di Pasar Kreatif, kegiatan tersebut dikemas lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan bersama. Viking menyiapkan nobar akbar dengan konsep yang juga menjadi ruang silaturahmi Bobotoh.
"Untuk di Pasar Kreatif tentunya Viking mengadakan nobar akbar ya, jadi cukup besar dan kemudian tentunya bertiket dan acaranya dikemas juga tidak hanya sekadar nobar tapi juga silaturahmi dan kemudian ada sedikit hiburan," jelas Arlan.
Kemudian, perhatian Viking tidak berhenti sebelum pertandingan. Jika Persib mampu mengalahkan Persija, Arlan mengingatkan Bobotoh agar tidak larut dalam euforia, termasuk melakukan konvoi secara berlebihan.
Menurutnya, euforia kemenangan memang bisa muncul secara spontan. Namun, situasi tersebut tetap harus dikendalikan agar tidak mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat lainnya.
"Yang jelas itu kan konvoi atau euforia kalau misalnya Persib ternyata menang melawan Persija itu kan dilakukan secara spontan ya, tapi teman-teman Viking juga mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan dan kemudian tetap menghormati," tegas dia.
Apalagi pertandingan dijadwalkan berlangsung pada sore hari. Karena itu, Viking meminta Bobotoh tetap menjaga sikap meski Persib nantinya berhasil membawa pulang kemenangan dari Jakarta.
"Apalagi ini kan masih waktunya masih sore ya kalau misalnya kita lihat ya karena jam setengah empat misalnya kalau nanti ternyata menang, seperti apa ya kita imbau agar tidak melakukan selebrasi yang berlebihan," tandasnya.
Di sisi lain, polisi telah menyiapkan pengawalan untuk lokasi nonton bareng (nobar) Persib melawan Persija di Kota Bandung. Penjagaan ketat akan dilakukan oleh personel Polrestabes Bandung dan polsek jajaran.
"Sekitar 95 lokasi, dan itu tersebar di seluruh Kota Bandung. Silakan melaksanakan nonton bareng, apapun hasilnya tetap menjaga kondusivitas," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi, Jumat (11/9/2026).
Dedi mengimbau seluruh pendukung Persib Bandung untuk tidak berangkat ke Jakarta. Dia berharap Bobotoh tetap di Kota Bandung dan menjaga kondusivitas.
Dedi meminta para pendukung Persib menyaksikan pertandingan dari Bandung dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kami mengimbau kepada seluruh Bobotoh, pencinta kesebelasan yang kita sayangi, yaitu Persib Bandung, di mana akan menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 BRI untuk tetap jaga kamtibmas," ungkapnya.
Dedi berharap, para pendukung dapat menerima apa pun hasil akhir dari laga tersebut tanpa mengganggu kamtibmas di Kota Bandung.
"Adapun imbauan dari kami selaku penanggung jawab keamanan di Kota Bandung, apapun hasilnya nanti, pada Bobotoh diharapkan tetap menjaga ataupun membantu kami menjaga kondusivitas situasi kamtibmas di Kota Bandung yang kita cintai ini," harapnya.
Dedi menyebutkan, semoga Persib menang seperti yang diharapkan Bobotoh dan dia sekali lagi menekankan agar Bobotoh tetap menjaga kondusivitas.
"Kemudian untuk rekan-rekan semuanya, silakan menikmati pertandingan. Kita sama-sama berdoa semoga Persib Bandung dapat memenangkan pertandingan dan situasi di Bandung juga kondusif," sambungnya.
Guna memastikan situasi tetap kondusif, pihaknya juga akan melakukan patroli di wilayah Kota Bandung.
"Kami akan bekerja sama dengan elemen-elemen masyarakat yang menyelenggarakan nonton bareng. Tentu akan kita lakukan patroli bersama. Saya beserta para Pejabat Utama akan menyebar, kemudian memberikan imbauan untuk memberikan rasa aman dan nyaman di Kota Bandung ini," pungkas Dedi.
