Dua Sisi Kolong Jembatan Tol Kopo

Dua Sisi Kolong Jembatan Tol Kopo

Wisma Putra - detikJabar
Sabtu, 12 Sep 2026 07:00 WIB
Mural di Kolong Jembatan Tol Kopo
Mural di Kolong Jembatan Tol Kopo (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Di batas selatan Kota Bandung dan berbatasan dengan Kabupaten Bandung, Kopo berdiri sebagai saksi bisu riuhnya mobilitas kaum urban. Kopo merupakan sebuah lanskap perbatasan yang kaya cerita, nadi ekonomi dan jalur penghubung yang tak pernah tidur, namun rentan persoalan.

Berbagai permasalahan kerap melanda kawasan Kopo, mulai dari banjir di kala musim hujan, sampah dan kemacetan yang tak berkesudahan.

Jembatan tol atau orang menyebutnya kolong jembatan Kopo, menjadi satu bangunan yang menandai perbatasan antara wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar tidak terlihat kumuh, saat ini, kolong jembatan Kopo ditata, salah satunya tembok jembatan itu dilukis dengan mural. Selain itu juga ada kursi tembok yang dapat digunakan pengendara motor untuk santai atau sekedar meluruskan kaki setelah lama berkendara.

ADVERTISEMENT

Meski temboknya sudah dimural dan enak dipandang bagi siapa saja yang melintas di kolong jembatan ini, yang cukup disayang ada satu masalah yang tak pernah kunjung usai di kolong jembatan ini, yaitu bau tak sedap yang muncul dari aliran air di kawasan tersebut.

Bau tak sedap di saluran air itu tercium menyengat dan sangat tercium bau busuk bagi siapa saja yang menghirup udara di bawah kolong jembatan kopo.

Mural di Kolong Jembatan Tol KopoMural di Kolong Jembatan Tol Kopo Foto: Wisma Putra/detikJabar

Seperti diketahui, saluran air ini berasal dari Kota Bandung, masuk ke Kabupaten Bandung dan nantinya akan bermuara ke aliran Sungai Citarum.

"Selokannya bau banget, bau septictank," kata Dimas (36) kepada detikJabar ditemui di salah satu minimarket di jalan itu.

Dimas mengatakan aroma yang muncul dari saluran air itu tidak enak dicium.

"Siapapun yang melintas ke sini, pasti tutup lubang hidung, atau tahan nafas," ucapnya.

Dimas tak mengetahui, bau tak sedap itu datang dari mana. Namun dia menduga, bau itu berasal dari limbah.

"Limbah pastinya ini, tapi kalau sumber aslinya saya gak tahu. Namun ini sudah bertahun-tahun, gak ada perubahan, meski kolong jembatan ini di mural tapi tetap bau," jelasnya.

Keluhan serupa juga dikatakan Nadia. Driver ojol, berusia 32 tahun itu mengatakan, jika dia sering melintas kolong jembatan tersebut.

"Sering, baunya gak pernah hilang. Hujan bau, kemarau, apalagi," ujar Nadia.

Menurut Nadia, karena kondisi ini sudah bertahun-tahun, pemerintah harus turun tangan mencari sumber bau di saluran air ini.

"Sumbernya harus dicari, takutnya ada yang sengaja buang limbah di saluran air ini. Ini tugas pemerintah," tegasnya.



(wip/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads