Taman Sister City, begitulah namanya. Ruang terbuka hijau yang terletak di Jalan Seram, Kota Bandung ini dibangun sebagai simbol kerja sama dan hubungan persahabatan antara Kota Bandung dengan berbagai kota mitra di belahan dunia.
Taman ini sejatinya cukup nyaman untuk bersantai, terutama setelah berolahraga pagi. Pengunjung biasanya duduk di tangga yang mengelilingi taman atau sekadar berswafoto. Lanskap bangunan Pemkot Bandung, jembatan, serta aneka tanaman di sini menjadi latar foto yang menarik bagi siapa saja yang berkunjung.
Namun, saat hendak berswafoto di taman ini, Anda harus meningkatkan kewaspadaan. Banyak bagian lantai Wood Plastic Composite (WPC) yang berlubang dan membahayakan keselamatan. Kondisi ini memicu kekhawatiran kaki pengunjung dapat terperosok ke dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampakan kerusakan lantai Taman Sister Citiy Bandung. Foto: Wisma Putra |
Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan saat berada di bagian jembatan. Kerusakan lantai WPC di area tersebut cukup parah, sehingga pengunjung berisiko menginjak lantai yang rapuh dan terperosok ke dalam saluran air di bawahnya.
Kondisi kerusakan fasilitas taman tersebut dikeluhkan oleh Susanti (52). Ia menegaskan bahwa kerusakan yang ada harus segera ditangani oleh pihak terkait.
"Betul harus diperbaiki, kalau dibiarkan membahayakan pengunjung," katanya kepada detikJabar, Sabtu (29/8/2026).
Susanti menyebut, kerusakan lantai di taman ini sudah terjadi cukup lama. Namun, karena tidak kunjung mendapat penanganan, area kerusakan kini semakin melebar.
"Udah lama, cuman karena dibiarkan jadi semakin meluar," ujarnya.
Penampakan kerusakan lantai Taman Sister Citiy Bandung. Foto: Wisma Putra |
Menurutnya, akibat kerusakan lantai yang tak kunjung diperbaiki, taman ini kini menjadi sepi pengunjung.
"Ya sepi, biasanya yang udah lari atau bersepeda banyak yang datang ke sini, tapi sekarang jarang, mungkin karena tamannya rusak," tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Budi (37). Ia mendesak Pemkot Bandung segera memperbaiki kerusakan tersebut demi menjamin keamanan dan kenyamanan publik.
"Utamanya sih agar tidak membahayakan, apalagi yang di jembatan itu. Harus segera diperbaiki sama dinas terkait," pungkasnya.


