Mitos Vs Fakta Kelabang: Berbahaya dan Punya 100 Kaki?

Mitos Vs Fakta Kelabang: Berbahaya dan Punya 100 Kaki?

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 08 Sep 2026 15:45 WIB
Kelabang di kamar
Ilustrasi kelabang (Foto: Egor Kamelev/Pexels)
Bandung -

Kelabang punya reputasi mengerikan. Orang percaya setiap ekor punya tepat 100 kaki. Orang percaya satu gigitan bisa berbahaya.

Kabar baiknya, sebagian besar itu salah.

Kelabang memang punya racun dan bisa menggigit manusia. Tapi studi menunjukkan sebagian besar gigitan hanya menyebabkan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan lokal. Kasus serius ada, tapi jarang sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rangkumannya yang dihimpun detikJabar dari sejumlah studi literatur, Selasa (8/9/2026).

Mengenal Kelabang

Kelabang termasuk kelas Chilopoda, saudara jauh dari kaki seribu, laba-laba, dan kalajengking.

ADVERTISEMENT

Mereka pemburu. Mangsanya antara lain kecoa, rayap, jangkrik, laba-laba kecil, dan larva serangga. Sebagai predator, kelabang membantu mengendalikan populasi serangga yang sering menjadi masalah di rumah dan kebun.

Kelabang punya sepasang "capit" bernama forcipules untuk menyuntik racun. Racun melumpuhkan mangsa. Jika terancam, mereka gunakan untuk pertahanan diri.

Mitos 1: Kelabang Punya Tepat 100 Kaki

Status: Salah

Istilah centipede berasal dari Latin: centum (seratus) dan pes (kaki). Tapi nama itu tidak sesuai kenyataan.

Natural History Museum di London menjelaskan kelabang hampir tidak pernah punya tepat 100 kaki. Jumlahnya bergantung pada spesies. Kelabang punya satu pasang kaki per ruas tubuh.

Dengan kata lain, kelabang bisa punya 15 pasang kaki (30 total), bisa punya 191 pasang kaki (382 total). Kisaran sebenarnya 30 hingga 382 kaki bergantung spesies dan stadium pertumbuhannya.

Mengapa tidak pernah 100? Karena kelabang selalu punya jumlah pasang kaki yang ganjil. Untuk punya tepat 100 kaki, kelabang harus punya 50 pasang-bilangan genap. Tidak mungkin.

Mitos muncul karena orang tahu nama "seratus kaki" tapi tidak tahu itu hanya nama umum, bukan angka sebenarnya.

Mitos 2: Semua Kelabang Mematikan

Status: Menyesatkan

Kelabang memang berbisa. Tapi sebagian besar tidak membahayakan manusia sama sekali.

Dari 3.500 spesies kelabang yang dikenal, kurang dari 0,5%-sekitar 15 spesies-benar-benar masalah medis bagi manusia. Mayoritas gigitan menyebabkan nyeri lokal hingga sedang, jarang berlanjut menjadi sesuatu yang serius.

Berbisa ≠ mematikan. Lebah berbisa. Tawon berbisa. Kalajengking tertentu berbisa. Tapi hanya sebagian kecil yang fatal.

Begitu juga kelabang. Mayoritas kasus tidak berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.

KelabangKelabang berjalan di permukaan tanah dengan banyak kaki. (Foto: Pixabay/Alexas_Fotos)

Mitos 3: Gigitan Kelabang Bisa Membunuh Manusia

Status: Secara teknis benar, tapi sungguh-sungguh jarang

Kematian akibat gigitan kelabang pernah terjadi. Literatur medis punya laporan. Tapi ini sangat langka.

Antara 1979 dan 2001, hanya 6 orang di Amerika Serikat meninggal karena gigitan kelabang. Untuk perbandingan: 1.060 orang mati akibat lebah, tawon, dan hornets dalam periode yang sama.

Ketika kematian terjadi, hampir selalu karena reaksi alergi berat (mirip reaksi alergi parah terhadap sengatan tawon) bukan karena racun langsung.

Gejala yang Biasanya Terjadi

Sebagian besar korban mengalami:

- Nyeri hebat
- Kemerahan
- Pembengkakan
- Sensasi terbakar
- Rasa kesemutan

Beberapa juga melaporkan sakit kepala, mual, pusing. Reaksi alergi pada sebagian kecil pasien. Itu saja. Sebagian besar pulih tanpa komplikasi serius dalam beberapa hari hingga minggu.

Mitos 4: Kelabang Sering Menyerang Manusia

Status: Salah

Kelabang bukan pemburu manusia. Mereka cenderung lari ketika terganggu.

Sebagian besar gigitan terjadi karena kecelakaan, misalnya manusia menginjak mereka, mereka terjepit, manusia bersentuhan tanpa sengaja, atau mereka terjebak di pakaian dan tempat tidur. Laporan kasus dari Hong Kong menunjukkan banyak gigitan terjadi di dalam rumah malam hari ketika orang tidak sengaja kontak dengan kelabang.

Kelabang tidak ingin bertemu manusia. Manusia justru yang secara tidak sengaja bertemu mereka.

Mitos 5: Gigitan Kelabang Membuat Daging Membusuk

Status: Sebagian benar, tapi sangat jarang

Beberapa kasus memang menunjukkan kerusakan jaringan lokal (nekrosis). Namun, kondisi tersebut bukan hasil standar dari gigitan kelabang. Mayoritas pasien hanya mengalami nyeri dan pembengkakan yang membaik dalam beberapa hari hingga minggu.

Nekrosis termasuk komplikasi yang jarang, bukan umum. Dalam sebagian besar laporan medis, gejala yang paling sering dilaporkan adalah nyeri, pembengkakan, dan sensasi terbakar-bukan kerusakan jaringan.

Mitos 6: Kelabang Tidak Ada Gunanya

Status: Salah

Kelabang adalah predator alami. Mereka makan kecoa, rayap, jangkrik, dan serangga kecil lainnya. Keberadaan kelabang membantu menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar rumah dan kebun.

Ya, mereka menakutkan. Tapi secara ekologis, mereka punya tujuan. Malah, mengurangi populasi kelabang bisa berarti meningkatnya populasi serangga yang lebih mengganggu.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang?

Menurut panduan klinis StatPearls, penanganan awal meliputi:

  1. Cuci luka dengan air dan sabun.
  2. Kompres area gigitan untuk mengurangi nyeri dan bengkak.
  3. Amati tanda alergi: sesak napas, pembengkakan berat, pembengkakan wajah.
  4. Minum obat sesuai saran tenaga kesehatan jika diperlukan.
  5. Ke dokter jika muncul gejala serius.

Segera ke dokter jika mengalami:

  • Sesak napas
  • Pembengkakan wajah atau leher
  • Nyeri dada
  • Pusing berat
  • Muntah terus-menerus
  • Reaksi alergi yang berkembang cepat
Centipede climb on the branchesIlustrasi kelabang. (Foto: iStock)

Cara Mencegah Kelabang Masuk Rumah

Kelabang suka tempat lembap dan gelap. Untuk mengurangi kemunculannya:

  • Kelembapan: Perbaiki kebocoran pipa. Ventilasi kamar mandi dengan baik. Kurangi kelembapan ruangan secara umum.
  • Fisik: Tutup celah dinding dan pintu. Rapikan gudang dan ruang penyimpanan. Bersihkan tumpukan kardus, koran, atau barang lama.
  • Makanan mereka: Kurangi populasi serangga. Kelabang hanya muncul jika ada cukup mangsa.

Kelabang punya racun dan bisa menggigit manusia. Itu benar.

Mitos besar mengatakan semua kelabang mematikan, punya 100 kaki, dan bikin daging membusuk. Mitos itu salah.

Faktanya:

  • Dari 3.500 spesies kelabang, kurang dari 0,5% masalah serius bagi manusia.
  • Sebagian besar gigitan hanya nyeri lokal dan pembengkakan.
  • Kematian sangat jarang-6 kasus di Amerika Serikat 1979-2001, dibanding 1.060 dari lebah dan tawon.
  • Kelabang tidak punya tepat 100 kaki. Mereka punya antara 30 hingga 382, bergantung spesies.
  • Kelabang tidak berburu manusia. Mereka lari ketika terganggu.
  • Bahkan lebih penting, kelabang adalah pemangsa alami yang membantu mengendalikan populasi serangga rumah.

Mereka menakutkan, ya. Tapi tidak seburuk reputasinya.



(bbp/bbp)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads